Berita Jakarta
Bocah SD Keracunan Makanan di Acara Sudin Perpustakaan Jakarta Selatan
"Indikasinya dari snack yang dibagikan pada acara tersebut. Gejala yang dirasakan pusing, mual dan muntah. Itu acara dari Sudin Perpustakaan
Penulis: Feryanto Hadi | Editor: Ahmad Sabran
"Makin sore tambah ramai yang datang ke RS Muhammadiyah. Gejalanya sama. Malam harinya anak saya dipindah ke sini (RS Gandaria) karena di sana penuh," ungkapnya.
Ibu hamil keracunan
Belum diketahui secara pasti jumlah siswa dan orang tua yang ikut keracunan diduga dari makanan lemper itu.
Namun, Reni berkisah banyak ia bertemu dengan puluhan korban lainnya saat membawa Abhi ke rumah sakit.
Bahkan, kata Reni, ada satu korban sedang hamil tua turut menjadi korban keracunan.
"Seorang ibu-ibu sedang hamil sembilan bulan ikut kena juga. Ada yang sampai kritis juga, orangtuanya dirujuk ke RS Pasar Minggu. Kondisinya sekarang saya nggak tahu,"imbuhnya.
Reni menyebut group Whatsup orangtua murid ramai dan saling bertanya meminta kejelasan terkait peristiwa yang terjadi.
"Ada yang datang ke RPTRA untuk konfirmasi, tapi katanya mereka tidak terlibat acara dan hanya ketempatan saja," ujarnya.
Reni dan korban lainnya saat ini masih menunggu penjelasan siapa yang harus bertanggungjawab terhadap kejadian keracunan ini.
"Sebab infonya tidak hanya di Kramat Pela. Tapi juga digelar acara serupa di daerah Kecamatan Pesanggrahan dan juga pada keracunan.
Cuma didata
Nenek Abhi bernama Yani turut prihatin dengan peristiwa keracunan itu. Apalagi, Abhi baru masuk sekolah dasar selama dua hari. Yani mengaku sangat kuatir ketika menyaksikan cucunya muntah dan kondisinya sangat lemah.
Ia menyebutkan, pihak sekolah sudah datang menjenguk Abhi. Juga lurah dan orang yang mengaku dari suku dinas.
"Sudin mana nggak tahu saya. Dia cuma ngedata saja," ungkapnya.
Rani tidak mempersoalkan soal biaya perawatan cucunya. Hanya saja, ia ingin melihat itikat baik panitia kegiatan itu
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/bocah-sd-keracunan.jpg)