Ibadah Haji

Petugas Haji Sesalkan Jemaah yang Kerap Sembunyikan Kehamilannya

Sebanyak dua calon jemaah haji asal Jawa Barat ditunda keberangkatannya ke Tanah Suci dikarenakan tengah hamil.

Petugas Haji Sesalkan Jemaah yang Kerap Sembunyikan Kehamilannya
Warta Kota/Adhy Kelana
Pemeriksaan ketat dilakukan petugas Asrama Haji Pondokgede, Bekasi. Tampak kloter pertama calon jamaah haji Jakarta Selatan sedang menjalani pemeriksaan awal yang terdiri dari pemeriksaan kesehatan, pemeriksaan dokumen haji, pembagian gelang identitas diri, dan pembagian uang saku, Sabtu (6/7/2019). 

Diduga banyak jemaah yang berusaha menyembunyikan kehamilannya saat dilakukan pemeriksaan di daerah masing-masing, sehingga baru diketahui saat masuk ke asrama haji embarkasi Bekasi jelang keberangkatan.

HINGGA kloter 18, sebanyak dua calon jemaah haji asal Jawa Barat ditunda keberangkatannya ke Tanah Suci dikarenakan tengah hamil.

Keduanya adalah Neng Sarah Asep (25) kloter 2 asal Kabupaten Cianjur dan Dedeh Kurnia (39) kloter 15 asal Kabupaten Sukabumi.

Neng Sarah tengah hamil 11 pekan sedangkan Dedeh Kurnia 29 pekan.

Polisi Sebut Ada Kelemahan Pengamanan, Begini Tanggapan Pengelola Ancol Taman Impian

Blanko e-KTP Langka, Dukcapil Kota Tangerang Selatan Prioritaskan Pemohon Pemula

Tentunya kondisi kehamilan mereka tak memenuhi syarat sesuai keputusan bersama Menteri Agama dan Menteri Kesehatan, batas usia kehamilan calon jemaah haji yang aman adalah 14 pekan hingga 26 pekan.

Atas hal itu, Ketua Panitia Bidang Kesehatan PPIH Jawa Barat Yani Dwiyuli mengaku heran, keduanya bisa lolos atau tidak diketahui sedang hamil.

Padahal sebelum tiba di Asrama Haji Embarkasi Bekasi telah melalui dua tahap cek kesehatan.

Untuk itu ia menduga jemaah banyak yang berusaha menyembunyikan kehamilamnya saat dilakukan pemeriksaan di daerah masing-masing.

"Kalau lihat usia kandungan sudah tinggi, dari daerah harus sudah dilarang. Tapi di daerah informasinya negatif, ini aneh juga si bisa ngga ketahuan gitu," kata Yani, Jumat (12/7/2019).

Apalagi tes kesehatan untuk seluruh jemaah haji sejatinya dilakukan secara bertahap hingga tiga kali.

Mulai di Puskesmas, Dinas Kabupaten/Kota asal jemaah haji dan ketiga di Asrama Haji Embarkasi Bekasi.

"Kalau sampai ada yang lolos saya kurang tahu juga ya, apa urin orang lain, bisa jadi. Karena di sana terlihat ngga terlalu ketat," jelas dia.

Oleh karenanya, untuk antisipasi hal tersebut tes kesehatan di Asrama Haji Embarkasi Bekasi oleh Bidang Kesehatan PPIH melakukan pemeriksaan secara ketat dan menyeluruh demi keamanan jemaah.

"Antisipasi lemahnya pengawasan saat periksa di tingkat daerah, membuat pemeriksaan di sini (Asrama Haji) sangat ketat," tutur Yani.

"Body searching tidak boleh bawa tas, perabaan, langsung tes urin, kalau positif (hamil), langsung kita USG, hasil USG ini yang menentukan," imbuhnya.

Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved