Kebakaran

Ada 30 Rumah Warga Cipinang Besar Terbakar, Berikut Data Sementara Korban Kebakaran

Ada 30 rumah warga Cipinang Besar Selatan terbakar dan berikut data sementara korban kebakaran di Cpinang Besar Selatan.

Ada 30 Rumah Warga Cipinang Besar Terbakar, Berikut Data Sementara Korban Kebakaran
Google
Ilustrasi 

10. Jumana (1 kk 5 jiwa)

11. Sunasa (1 kk 4 jiwa)

12. Erlana (1 kk 4 jiwa)

13. Mul (1 kk 4 jiwa)

14. Rusdi (1 KK 4 jiwa)

15. Eldi, Elin dan Soleh (3 KK 12 jiwa)

16. Rina (4 KK 14 jiwa)

17. Tomy (1 kk 3 jiwa)

18. Kamaludin dan Imam (2 KK 17 jiwa)

19. Bambang (3 KK 11 Jiwa)

Sebelumnya, kebakaran melanda wilayah Cipinang Besar Selatan, Hingga pagi ini, kebakaran di Cipinang Besar Selatan masih berkobar.

Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta pagi ini, Sabtu (6/7/2019) masih berupaya keras atasi kebakaran pemukiman warga Cipinang Besar Selatan tersebut.

Kebakaran hebat tersebut diungkapkan Kepala Seksi Operasional (Kasiops) Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta, Muchtar Zakaria.

Dikatakan, pihaknya pertama kali dilaporkan terjadi pada pukul 04.59 WIB.

Pihaknya segera menerjunkan dua unit mobil pemadam kebakaran dari Pos Jatinegara ke titik api yang berlokasi di Jalan Cipinang Jaya 1 A, RT 10/07 Cipinang Besar Selatan.

Tepatnya di belakang Wihara Budis Jatinegara, Jakarta Timur pada pada pukul 05.05 WIB.

Pemadaman si jago merah pun segera dilakukan, pada pukul 05.10 WIB.

PEmadaman dilakukan bersamaan dengan meluncurnya sebanyak 16 unit mobil pemadam kebakaran ke titik lokasi.

"Masih di TKP, kita masih lakukan pemadaman," ungkapnya dihubungi pada Sabtu (6/7/2019).

Sulitnya akses menuju titik lokasi yang berupa gang sempit, pihaknya mengerahkan 64 orang personil yang secara estafet melokalisir kebakaran.

Proses pemadaman pun masih berlangsung hingga saat ini.

"Lebih lanjut akan disampaikan nanti," ungkapnya.

823 Kejadian Kebakaran di Ibu Kota

Musim kemarau telah tiba, ancaman kebakaran pun semakin rawan terjadi di Ibu Kota.

Pasalnya, tercatat ada sebanyak 823 kejadian kebakaran sepanjang tahun 2019.

Kadis Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta, Subejo sebut wilayah Jakarta Selatan tercatat 222 kejadian kebakaran.

Disusul wilayah Jakarta Timur dengan sebanyak 207 kejadian.

Sedangkan wilayah Jakarta Barat ada sebanyak 148 kejadian.

Wilayah Jakarta Utara sebanyak 129 kejadian dan Jakarta Pusat sebanyak 117 kejadian.

Dalam kebakaran tersebut, tercatat ada sebanyak 1.908 Kepala Keluarga (KK).

Terdiri dari sebanyak 8.524 orang jiwa yang kehilangan tempat tinggal.

Kebakaran tersebut pun ditaksir merugikan sebesar Rp 155,3 miliar.

"Dalam kejadian ada sepuluh korban meninggal dunia dan 64 orang terluka dari warga, sedangkan dari petugas ada 11 orang yang terluka saat sedang bertugas," ungkapnya ditemui di kantornya pada Senin (1/7/2019).

Berdasarkan data yang terhimpun, kebakaran terbesar dipicu korsleting listrik.

Yakni sebanyak 565 kejadian atau sebesar 65 persen dan kebocoran tabung gas sebanyak 87 kejadian atau sebesar 10 persen.

Sementara membakar sampah sebanyak 48 kejadian atau enam persen.

Sedangkan penyebab kebakaran dari rokok sebanyak 22 kejadian atau tiga persen, lilin sebanyak tiga kejadian atau 0,3 persen.

"Penyebab kebakaran lainnya ada 98 kejadian atau 12 persen, penyebab ini di antaranya kembang api, kendaraan terbakar dan lainnya," jelasnya.

Sementara, bangunan yang menjadi lokasi kebakaran disebutkannya meliputi perumahan sebanyak 267 kejadian, bangunan umum dan perdagangan sebanyak 136, instalasi luar gedung sebanyak 247 kejadian.

Bangunan industri sebanyak sembilan kejadian, kendaraan sebanyak 64 kejadian, tanaman 23 kejadian, lapak 14 kejadian, sampah 28 kejadian dan bangunan lainnya sebanyak 35 kejadian.

Kebakaran tersebut tercatat terjadi sepanjang bulan Januari hingga akhir bulan Juni 2019.

Antara lain Januari sebanyak 143 kejadian, Februari sebanyak 129 kejadian, Maret sebanyak 133 kejadian.

Sementara April sebanyak 122 kejadian, Mei sebanyak 137 kejadian dan Juni sebanyak 159 kejadian.

Lebih lanjut dipaparkannya, waktu kebakaran terbagi empat, terbanyak pada pukul 06.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB.

Yakni sebanyak 672 kejadian, pukul 12.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB sebanyak 503 kejadian.

Pukul 18.00 WIB hingga pukul 24.00 WIB sebanyak 620 dan pukul 00.00 WIB hingga pukul 06.00 WIB ada 197 kejadian.

"Kalau dilihat dari trennya, kebakaran terbanyak jelang musim kemarau, karena itu diingatkan kepada masyarakat agar menjaga lingkungan"

"Mulai dari memeriksa instalasi listrik rumah, jangan membakar sampah dan tidak mengambil listrik dari tiang PJU (Penerangan Jalan Umum) karena pemicu kebakaran terbanyak diketahui karena korsleting listrik," tutupnya.

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Panji Baskhara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved