Kamis, 4 Juni 2026

Kabinet Jokowi

Profesor LIPI Tagih Janji Nawacita Jokowi yang Digemborkan Periode Pertama, Selanjutnya Apa?

Belum dilantik menjadi Presiden terpilih 2019-2024 Jokowi sudah dihantui segudang Pekerjaan Rumah yang belum selesai di periode sebelumnya.

Tayang:
Penulis: Desy Selviany | Editor: Dian Anditya Mutiara
Kompas.com
Siti Zuhro 

Profesor Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro tagih janji Nawacita dan Revolusi Mental yang pernah digembor-gembori Jokowi di periode pertama.

Menurut Siti, begitu terpilih, Jokowi dan Wakilnya wajib mengevaluasi program tersebut.

Peneliti senior dari LIPI itu meyakini jika internal pemerintah sudah mengevaluasi kesembilan program Nawacita.

Sehingga kata Siti, masyarakat menantikan apa evaluasi dari pemerintah dan langkah apa yang akan diambil pemerintah di periode ke dua.

HEBOH, Kakek Kalap Bacok Tokoh Masyarakat Hingga Tewas Cuma Mau Minta Istrinya Dibalikin

“Sehingga belajar dari kekurangan dan kelebihan nawacita dan revolusi mental itu what’s next untuk 2019-2024,” kata Siti dalam Sapa Indonesia Pagi yang ditayangkan pada Rabu (3/7/2019).

Lulusan Curtin University of Technology itu berharap Jokowi juga akan fokus pada indeks kebahagiaan masyarakat.

Rocky Gerung Sindir Jokowi, Sebut Gugup Pasca Sidang Sengketa Pilpres: Pak Prabowo Gembira-Gembira

Penting kata Siti, indeks kebahagiaan masyarakat didongkrak baik dari sisi ekonomi dan sisi penegakan hukum.

“Sekaligus berikan solusi-solusi konkret di tengah disharmoni masyarakat,” imbuh Siti.

Selain itu kata Siti, adapun kekurangan-kekurangan di pemerintahan Jokowi periode pertama ialah masalah hukum, ekonomi yang lemah hingga reformasi birokrasi dinilai harus segera dibenahi.

Seperti dikutip Tribunnews.com, sebelumnya Siti Zuhro juga sempat mengkritik program Nawacita di pemerintahan Jokowi selama 4 tahun menjalankan pemerintahan.

Kata Siti ada tiga hal yang perlu dievaluasi dari program Nawacita Jokowi-JK, yakni dibidang ekonomi, Sosial Budaya, sosial politik, hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM).

"Jadi kalau mengevaluasi sembilan program Nawacita, sembilan program nawacita beliau itu seperti apa, baik di ekonomi, sosial budaya, sosial politik, hukum dan HAM," ujar Siti Zuhro ditemui di kawasan Menteng Jakarta Pusat, Minggu (21/10/2018).

Di bidang ekonomi, kata Siti Zuhro, bisa dinilai dari kesenjangan yang terjadi di masyarakat saat ini.

Jokowi dirasa belum bisa memberikan kesejahteraan kepada masyarakat dengan indeks kebahagiaan yang baik.

Melemahnya rupiah yang mencapai 15 ribu dolar AS, juga menunjukkan bahwa Jokowi tidak bisa memberikan kesejahteraan terhadap masyarakat.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved