Pilpres 2024

Ini Alasan Ahok BTP Bisa Jadi Kuda Hitam di Pilpres 2024 yang Disebut Peneliti LSI Denny JA

Rully Akbar selaku peneliti LSI Denny JA mengatakan, nama Ahok BTP berpeluang besar menjadi ' Kuda Hitam' yang memberi efek kejut pada kontestasi Pilp

Ini Alasan Ahok BTP Bisa Jadi Kuda Hitam di Pilpres 2024 yang Disebut Peneliti LSI Denny JA
instagram
Ahok dan Megawati Soekarnoputri 

Diberitakan sebelumnya, dikutip Wartakotalive dari TribunSeleb.com, Jumat (21/6/2019), akun BTP Fans Club memajang foto baru kebersamaan BTP dan Puput Nastiti Devi.

Foto BTP dan Puput Nastiti Devi itu segera menjadi sorotan netizen.

Terlihat dalam postingan BTP Fans Club, Ahok dan Puput Nastiti Devi tengah berada di sebuah restoran.

Keduanya duduk bersebelahan menghadap ke sebuah meja.

Tak begitu jelas apa jenis makanan yang akan dinikmati.

Namun, dari foto tersebut, tampak seperti mangkok berisi sajian dengan kuah yang ada di hadapan Puput.

Kolom komentar postingan itu segera dibanjiri berbagai tanggapan.

Dubes RI Norwegia makan malam bersama pasangan Ahok dan Puput
Dubes RI Norwegia makan malam bersama pasangan Ahok dan Puput (twitter @todunglubis)

Menariknya, sejumlah netizen berspekulasi dan justru mengucapkan selamat karena mengira Puput tengah mengandung.

Sebelumnya diwartakan Wartakotalive, Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai ada efek yang ditimbulkan terkait kabar merapatnya mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama (BTP) alias Ahok ke PDIP.

Ketua Dewan Pengarah Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf Amin ini tak memungkiri ada efek yang berkaitan dengan suara pada capres dan cawapres nomor urut 01.

Ia menerangkan, hal itu masih berkaitan dengan kasus penodaan agama yang dilakukan Ahok, pada 2017 silam.

"Tentu ada yang nambah (suara), ada yang tergerus, bagi Ahoker tentu mungkin menambah (suara)."

"Tapi bagi yang konsisten dengan apa yang terjadi kepada Ahok tentu tidak mau milih (Jokowi)," kata dia yang ditemui di kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (12/2/2019).

Politikusi senior Partai Golkar ini pun menyarankan agar Ahok tak terburu-buru bermanuver ke dunia politik.

JK menyebut, ada baiknya mantan Bupati Bangka Belitung ini agar menikmati suasana baru seusai bebas dari penjara.

Lebih lanjut ia mengatakan, rekam jejak Ahok yang kerap berpindah-pindah partai politik seharusnya bisa menjadi pertimbangan matang, sebelum memutuskan masuk partai politik.

"Ya lebih baik situasi seperti inilah, tenang-tenanglah Pak Ahok, jadi ya jalan-jalan dulu atau apa, karena Ahok kan sudah empat kali pindah partai juga," tutur JK. 

Sementara, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menyarankan Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, tidak buru-buru terjun ke dunia politik.

Sebab, setelah bebas pada Kamis (24/1/2019) lalu, Ahok sering dikaitkan akan segera kembali ke dunia yang telah membesarkan namanya itu.

"Janganlah, kasihan lah. Jangan ditarik-tarik ke politik dulu. Politik itu kejam."

"Kalau enggak betul-betul siap jangan masuk politik dulu," kata Fahri Hamzah di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (25/1/2019).

Ahok, kata Fahri Hamzah, lebih baik terlebih dahulu menikmati masa kebebasan, setelah menjalani hukuman selama 1 tahun 8 bulan 15 hari dari vonis 2 tahun penjara dipotong remisi.

Apalagi, mantan Bupati Belitung Timur itu dikabarkan akan segera menikah.

“Jadi, paling tidak Pak BTP ini sosialisasi nama dulu, sosialisasi istri dulu, honeymoon dulu, itu dulu," saran politikus asal Sumbawa, Nusa Tenggara Barat itu. (Reza Deni)

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Ahok BTP Bisa Jadi 'Kuda Hitam' di Pilpres 2024 yang Beri Efek Kejut, Berikut Analisa LSI Denny JA

Editor: Andy Pribadi
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved