Pemilu 2019
Arief Budiman Bilang Banyak Negara Kagum dan Ingin Tiru Situng KPU
KETUA Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman mengungkapkan, banyak negara yang ingin belajar kesuksesan penyelenggaraan pemilu di Indonesia.
KETUA Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman mengungkapkan, banyak negara yang ingin belajar kesuksesan penyelenggaraan pemilu di Indonesia.
Sebut saja Papua Nugini, Timor Leste, Afganistan, Republik Kepulauan Fiji, Meksiko, hingga Negeri Jiran Malaysia.
Katanya, mayoritas dari negara-negara tersebut ingin menyontek Sistem Informasi Penghitungan (Situng) milik KPU.
• Kasus Wanita Bawa Anjing Masuk Masjid Tetap Lanjut Meski Seandainya Tersangka Alami Gangguan Jiwa
Mereka merasa kagum dengan Situng, lantaran bisa menampilkan data hasil pencoblosan di setiap TPS secara cepat.
Terlepas dari Situng yang sempat dipermasalahkan oleh salah satu peserta Pemilu presiden, bukan berarti kehadiran Situng tidak diperhitungkan dampak baiknya.
Apalagi, terkait Situng yang dipermasalahkan tadi, KPU mampu melewatinya dengan mulus dengan menjawab seluruh tudingan secara meyakinkan.
• Ketua DPRD kepada Adhyaksa Dault: Lo Aja yang Jadi Wagub DKI Bro
"Paling banyak yang ingin ditiru adalah Situng kita. Situng kita luar biasa lho, menampilkan hasil dari setiap TPS," kata Arief Budiman di Kantor KPU, Jakarta Pusat, Selasa (2/7/2019).
"Mereka punya teknologi bagus, tapi yang ditampilkan adalah hasil akhir. Per TPS mereka belum punya, ditampilkan sama berita acara dan penghitungan," sambungnya.
Negara-negara tersebut, lanjut Arief Budiman, melihat Indonesia dengan lebih dari 190 juta penduduk tersebar di 17 ribu pulau, didukung 813.336 TPS, serta banyaknya partai politik yang berpartisipasi.
• Gubernur Lemhannas Bilang Wajib Militer di Indonesia Belum Urgen
Namun, mampu melaksanakan Pemilu serentak 2019 secara aman dan lancar.
"Kalau saya ketemu di organisasi Pemilu sedunia, saat saya persentasi, mereka itu kagum."
"17 ribu pulau lebih dari 190 juta pemilih, partainya banyak, bisa jalan aman, lancar (Pemilu)," ungkap Arief Budiman.
• Pakai Contoh Cicak Vs Buaya, Mardani Ali Sera Sebut Oposisi Terbaik Bersama Rakyat
Sebelumnya, Hairul Anas Suaidi, keponakan Mahfud MD yang juga penemu robot pemantau situng KPU, mengungkapkan temuan yang dicatat robotnya.
Hal itu terkait dalil permohonan gugatan yang menyebutkan kekacauan situng KPU, pada sidang sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konsitusi, Jakarta Pusat, Kamis (20/6/2019).
Anas menegaskan, temuannya dari robot yang ia namai 'Robot Tidak Ikhlas' tersebut, berdasarkan Situng KPU dan bukan Daftar Pemilih Tetap.
• Fadli Zon Tak Setuju Koruptor Dibui di Pulau Terpencil, Katanya Harus Ada Keadilan dan Kemanusiaan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20190103kpu-lapor-bareskrim2.jpg)