Pemilu 2019

Arief Budiman Bilang Banyak Negara Kagum dan Ingin Tiru Situng KPU

KETUA Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman mengungkapkan, banyak negara yang ingin belajar kesuksesan penyelenggaraan pemilu di Indonesia.

Arief Budiman Bilang Banyak Negara Kagum dan Ingin Tiru Situng KPU
Warta Kota/Henry Lopulalan
Ketua KPU Arief Budiman memberikan keterangan kepada wartawan seusai melapor ke Bareskrim Polri di Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (3/1/2019). KPU melaporkan hoaks tentang surat suara Pemilu 2019 sebanyak tujuh kontainer yang telah tercoblos dan berada di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta ke Bareskrim Polri. 

KETUA Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman mengungkapkan, banyak negara yang ingin belajar kesuksesan penyelenggaraan pemilu di Indonesia.

Sebut saja Papua Nugini, Timor Leste, Afganistan, Republik Kepulauan Fiji, Meksiko, hingga Negeri Jiran Malaysia.

Katanya, mayoritas dari negara-negara tersebut ingin menyontek Sistem Informasi Penghitungan (Situng) milik KPU.

Kasus Wanita Bawa Anjing Masuk Masjid Tetap Lanjut Meski Seandainya Tersangka Alami Gangguan Jiwa

Mereka merasa kagum dengan Situng, lantaran bisa menampilkan data hasil pencoblosan di setiap TPS secara cepat.

Terlepas dari Situng yang sempat dipermasalahkan oleh salah satu peserta Pemilu presiden, bukan berarti kehadiran Situng tidak diperhitungkan dampak baiknya.

Apalagi, terkait Situng yang dipermasalahkan tadi, KPU mampu melewatinya dengan mulus dengan menjawab seluruh tudingan secara meyakinkan.

Ketua DPRD kepada Adhyaksa Dault: Lo Aja yang Jadi Wagub DKI Bro

"Paling banyak yang ingin ditiru adalah Situng kita. Situng kita luar biasa lho, menampilkan hasil dari setiap TPS," kata Arief Budiman di Kantor KPU, Jakarta Pusat, Selasa (2/7/2019).

"Mereka punya teknologi bagus, tapi yang ditampilkan adalah hasil akhir. Per TPS mereka belum punya, ditampilkan sama berita acara dan penghitungan," sambungnya.

Negara-negara tersebut, lanjut Arief Budiman, melihat Indonesia dengan lebih dari 190 juta penduduk tersebar di 17 ribu pulau, didukung 813.336 TPS, serta banyaknya partai politik yang berpartisipasi.

Gubernur Lemhannas Bilang Wajib Militer di Indonesia Belum Urgen

Namun, mampu melaksanakan Pemilu serentak 2019 secara aman dan lancar.

Halaman
1234
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved