Selasa, 28 April 2026

Tingkat Temperatur Udara di Jakarta akan Mencapai 35 Derajat Celcius pada Agustus Hingga September

Masyarakat dihimbau agar waspada terhadap kekeringan yang bisa berdampak pada sektor pertanian dengan sistem tadah hujan, dan potensi kebakaran.

Warta Kota/Fitriyandi Al Fajri
Ilustrasi kekeringan mengakibatkan air sungai mengering. 

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan Indonesia, termasuk DKI Jakarta akan memasuki musim kemarau pada beberapa bulan mendatang.

Peningkatan panas di Ibu Kota diprediksi mencapai suhu 35 derajat celcius pada musim kemarau.

Prakiraan tersebut diungkapkan Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Drs Herizal Hamzah merujuk pada hasil pemantauan curah hujan hingga tanggal 20 Juni 2019.

Diketahui, peluang curah hujan sangat rendah atau kurang dari 20 mm per 10 hari), bahkan telah terjadi Hari Tanpa Hujan (HTH) berturutan pada beberapa wilayah yang berdampak pada potensi kekeringan.

Polisi Ungkap Bisnis Komplotan Teroris JI yang Menjadikan Petinggi Mereka Digaji Belasan Juta Rupiah

Anies Baswedan Minta Kembali ke Aturan Saja Saat Terseret Usulan Foto Presiden dan Wapres Diturunkan

Pos Pelayanan Pajak di Wilayah Tarumajaya Memudahkan Pelayanan Pajak untuk Warga Bekasi

Wilayah tersebut meliputi wilayah Jawa, Bali, NTB, NTT, sebagian wilayah Lampung, sebelah wilayah Aceh Utara dan Aceh Timur, Sumatera Utara bagian utara, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi utara dan Gorontalo serta Papua bagian Selatan telah memasuki musim kemarau.

"Jakarta juga daerah yang telah memasuki musim kemarau."

"Puncak Musim Kemarau di Jakarta diprediksi terjadi di bulan Agustus dan September."

"Dalam puncak musim kemarau temperatur udara dapat mencapai 35 Celcius. Kemarau di Jakarta di prediksi berlangsung sampai dengan pertengahan bulan Oktober," ungkapnya, saat ditemui di Kantor BMKG, Kemayoran, Jakarta Pusat pada Senin (1/7/2019).

Oleh karena itu selama periode puncak musim kemarau dihimbau kepada masyarakat kelompok tertentu, seperti manula, anak-anak usia dini agar mengurangi kegiatan di ruang terbuka dan banyak minum untuk mengurangi dehidrasi.

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk mengantisipasi kerawanan kebakaran selama musim kemarau.

"Karena, udara kering dan panas yang menjadi ciri musim kemarau memudahkan penggunaan api, jika tidak dikendalikan dengan baik menjadi potensi kebakaran," ungkapnya.

Status Siaga

BMKG, dipaparkannya, telah menetapkan status Siaga hingga Awas pada sejumlah wilayah.

Status Awas ditetapkan pada suatu wilayah yang telah mengalami HTH lebih dari 61 hari dan prospek peluang curah hujan rendah kurang dari 20mm per dasarian pada 20 hari mendatang lebih dari 80 persen.

Wilayah berstatus berstatus Awas disebutkannya Yogyakarta, Jawa Timur meliputi Sampang dan Malang, Nusa Tenggara Timur, Indramayu di Jawa Barat dan Buleleng di Bali.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved