Breaking News:

Pansel Pimpinan KPK Ungkap Proses Seleksi dengan Jumlah Pendaftar Sudah Mencapai 84 Nama

Pihaknya akan melibatkan sejumlah media massa untuk mendapatkan masukan agar nantinya masyarakat mengetahui rekam jejak para Capim KPK.

Warta Kota/Rangga Baskoro
Ketua Pansel Capim KPK, Yenti Garnasih usai rapat koordinasi tertutup bersama BNN di Gedung BNN, Jakarta Timur, Senin (1/7/2019). 

"Yang baru kami ada uji publik tidak seperti election, tapi selection ya. Kami libatkan Pimred (Pimpinan Redaksi) media massa agar publik mengetahui calon-calonnya," kata Yenti di Gedung KPK, Jakarta Timur, Senin (1/7/2019).

Anies Baswedan Minta Kembali ke Aturan Saja Saat Terseret Usulan Foto Presiden dan Wapres Diturunkan

Polisi Ungkap Bisnis Komplotan Teroris JI yang Menjadikan Petinggi Mereka Digaji Belasan Juta Rupiah

Proses mekanismenya sendiri masih akan terus dibahas setelah Pansel menutup pendaftaran Capim KPK.

"Mekanismenya nanti seperti apa? Nanti akan kami bahas terus. Nanti tanggal 4 Juli pendaftaran ditutup, lalu tanggal 11 Juli kami umumkan namanya," jelasnya.

Lanjutkan Dinasti Politik, Adik Terdakwa Kasus Korupsi Meikarta Berniat Jadi WaKil Bupati Bekasi

Wanita Bersepatu Injak Masjid Sambil Menenteng Anjing Dilaporkan Pernah Tes Gangguan Kejiwaan

OC KAligis.
OC KAligis. (Warta Kota/Henry Lopulalan)

Persoalan pemilihan pimpinan KPK selalu menjadi isu yang menarik perhatian publik.

Soalnya, upaya penegakan hukum yang selama ini dianggap paling sesuai adalah apa yang dilakukan oleh KPK.

Meski, kontroversi selalu mencuat bahkan terjadi sejumlah peristiwa yang memicu gesekan dengan institusi lembaga penegakan hukum lainnya.

Soalnya, selain melibas banyak koruptor dari lembaga eksekutif dan legislatif, KPK juga melibas koruptor dari kalangan yudikatif.

Sejumlah hakim, jaksa, dan polisi yang merupakan bagian dari yudikatif pun menjadi kalangan yang tidak luput dari penindakan hukum oleh KPK.

Tidak kurang, pengacara ternama seperti OC Kaligis pun dicokok KPK karena kasus korupsi dan dia harus menjalani hidup di balik jeruji besi.

Aspidum Kejati DKI Jakarta, Agus Winoto memakai rompi tahanan berjalan keluar gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) usai menjalani pemeriksaan, Sabtu (29/6/2019). KPK menahan Agus Winoto terkait operasi tangkap tangan (OTT) dugaan kasus suap.
Aspidum Kejati DKI Jakarta, Agus Winoto memakai rompi tahanan berjalan keluar gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) usai menjalani pemeriksaan, Sabtu (29/6/2019). KPK menahan Agus Winoto terkait operasi tangkap tangan (OTT) dugaan kasus suap. (TRIBUNNEWS/HERUDIN)

Alasan Anies Baswedan Panggil Swasta Setelah Terungkap Layanan Air Bersih Terganggu di Musim Kemarau

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved