Tarif Rusunawa Pengadegan Rp 765.000 Per Bulan Bagi Masyarakat Umum

Unit-Unit Rusunawa Pengadegan Dalam Waktu Dekat Siap Dihuni Setelah Pengundian di pada Agustus 2019

Tarif Rusunawa Pengadegan Rp 765.000 Per Bulan Bagi Masyarakat Umum
@jokowi
Tahun 2016, kawaan Pasar Rumput diremajakan dengan konsep baru menggabungkan hunian, komersial, dan pasar. Berbentuk tiga menara yang menjulang 25 lantai, Rusunawa Pasar Rumput berisi hunian sebanyak 1.984 unit dan kios 1.314 unit. 

Suku Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Jakarta Selatan memastikan unit-unit di Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Pengadegan, Pancoran, Jakarta Selatan, dalam waktu dekat siap dihuni.

Kepala Suku Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Jakarta Selatan, Heri Purnama, mengatakan, operasional Rusunawa Pengadegan dilakukan setelah proses pengundian.

Pengundian Unit Rusunawa Pengadegan Dilaksanakan Paling Lambat di Bulan Agustus

“Proses pengudian akan segera dilakukan paling lambat bulan Agustus 2019,” ujar Heri, Jumat (21/6/2019).

Heri menegaskan, berdasarkan informasi dari Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman DKI Jakarta, proses verifikasi dan sosialisasi kepada masyarakat umum telah dilakukan.

“Sedangkan untuk proses penghunian masyarakat terprogram, menunggu data-data calon penghuni dan verifikasi dari jajaran wilayah setempat. Sampai dengan saat ini data dan dokumen dari 90 KK belum disampaikan ke dinas,” imbuh Heri.

Terungkap, Rusunawa Pengadegan Hingga Kini Belum Dihuni karena Tunggu Diresmikan Anies Baswedan

Kementerian PUPR Bangun Rusunawa untuk Seminari Menengah Lalian Atambua NTT  \

Rusunawa Pasar Rumput Hampir Rampung, Rencana Diresmikan Pertengahan Maret 2019

Rusunawa Pengadegan memiliki sebanyak satu tower dengan 16 lantai yang terdiri ats 188 unit. Rusunawa ini akan dihuni masyarakat umum yang telah lolos verifikasi sebanyak 98 Kepala Keluarga dan masyarakat terprogram yaitu masyarakat sekitar yg akan terkena penataan Kali Ciliwung sebanyak 90 KK.

Heri menyebut, untuk tarif yang akan dikenakan sesuai Pergub Nomor 55 tahun 2018 jo Pergub Nomor 29 tahun 2019 yaitu bagi masyarakat umum sebesar Rp 765.000 per bulan di luar tagihan pemakaian listrik dan air. “Sedangkan bagi masyarakat terprogram sebesar Rp. 505.000 per bulan di luar tagihan pemakaian listrik dan air,” terangnya.

Pemantauan wartakotalive.com, bangunan dengan 16 lantai dan satu tower sudah berdiri di tengah-tengah perkampungan, persisnya di depan Kantor Kelurahan Pengadegan.

Pembangunan gedung sudah selesai pada tahun 2018, hingga kini belum ditempati. Lahan yang digunakan dulunya bekas Sekolah Dasar Negeri 09 Pengadegan. Kini, rusunawa itu masih kosong dan dijaga oleh sejumlah sekuriti.

Rusunawa Pasar Rumput Hampir Rampung, Rencana Diresmikan Pertengahan Maret 2019

Pedagang di Pasar Minggu Pasrah Saat Kementerian PUPR Batalkan Pembangunan Rusunawa dan Pasar Modern

Sementara, warga Pengadegan sudah lama mendiami bantaran Sungai Ciliwung. Banjir sudah menjadi tamu langganan mereka apabila aliran Ciliwung meluap.

Jika genangan air tinggi, warga rela mengungsi berhari-hari di lokasi aman, semisal kantor kelurahan, puskesmas atau tenda-tenda yang dibangun di lokasi aman. Rusun yang belum ditempati itu juga menjadi salah satu lokasi pengungsian ketika kawasan Pengadegan dilanda banjir akibat luapan Sungai Ciliwung.

Penulis: Feryanto Hadi
Editor: Agus Himawan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved