RUPS
Raih Laba Bersih Rp 2,98 Miliar, Passpod Terus Kembangkan Ekspansi di Asia Tenggara
Passpod mengumumkan pertumbuhan positif di mana membukukan laba bersih sebesar Rp 2,98 miliar untuk tahun buku 2018.
Penulis: Mochammad Dipa | Editor: Fred Mahatma TIS
Pemanfaatan momentum peak season untuk negara-negara tujuan favorit dan penawaran paket bundling tiket atraksi di negara tujuan memberikan hasil yang sangat signifikan.
PT Yelooo Integra Datanet Tbk (Passpod) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pertama sejak melantai di Bursa Efek Indonesia di tahun 2018 lalu dengan kode emiten YELO di Manhattan Hotel, Jakarta Selatan, Kamis (20/6/2019).
Saat Passpod menggelar RUPST ini diumumkan pertumbuhan positif, yaitu Passpod meraih laba bersih Rp 2,98 miliar untuk tahun buku 2018.
Hal tersebut mencerminkan pertumbuhan positif Passpod, salah satunya ditunjang oleh pertumbuhan outbound traveler di Indonesia yang kian meningkat.
Berdasarkan data Asosiasi Travel Agent Indonesia (Asita) menunjukkan pertumbuhan wisatawan ke luar negeri (outbound traveler) di tahun 2019 ini diperkirakan akan meningkat sebesar 10 persen dengan jumlah sebesar 10,7 juta wisatawan dengan negara tujuan utama dari wisatawan Indonesia adalah Singapura, Malaysia, Thailand, Jepang dan Korea Selatan.
Apresiasi
Melihat pertumbuhan positif pada perseroan, CEO Passpod Hiro Whardana menyampaikan apresiasinya atas kepercayaan investor, shareholder dan masyarakat hingga Passpod dapat mencapai target di tahun 2018.
“Tahun 2018 merupakan tahun yang baik bagi perseroan karena perencanaan dan eksekusi yang semakin matang berhasil membawa pertumbuhan luar biasa dibanding pencapaian di tahun 2017,” ujar Hiro dalam keterangan tertulis, Kamis (20/6/2019).
Hiro menambahkan, pemanfaatan momentum peak season untuk negara-negara tujuan favorit dan penawaran paket bundling tiket atraksi di negara tujuan memberikan hasil yang sangat signifikan.
“Pertumbuhan yang cukup baik juga sangat terasa dari beberapa pengembangan yang telah kami lakukan yaitu penjualan tiket atraksi dan event,” ujarnya.
Modal kerja
Selain agenda pengesahan Laporan Tahunan Perseroan tahun buku 2018, Passpod juga melaporkan per 31 Desember 2018 telah menggunakan Rp 41.795.287.121 atau sebesar 89.94 persen dari dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO) yang berjumlah sebesar Rp 46.468.500.000 setelah dikurangi biaya-biaya umum.
Dana ini digunakan untuk modal kerja sebesar Rp 40 miliar seperti penambahan jumlah modem dan infrastruktur lainnya serta pengembangan aplikasi sebesar Rp 1.4 miliar.
“Fokus strategi bisnis Passpod di 2019 yakni menambah pilihan fitur pada aplikasi, memperluas wilayah pemasaran, dan fokus pada peningkatan kegiatan digital marketing. Kami juga sedang melakukan penjajakan teknologi terbaru soft sim dan esim serta memasuki bisnis inbound tourism,” ungkap Hiro.
Fitur baru
Dari sisi pengembangan teknologi, tahun ini Passpod telah menambah fitur baru di aplikasi mobile Passpod seperti asuransi perjalanan, perencanaan perjalanan (itinerary planner) dan fitur e-commerce di portal Passpod.com.
Saat ini fitur e-commerce telah menjual traveling deals, asuransi, dan berbagai kebutuhan penunjang travel lainnya.
Hiro mengatakan bahwa Passpod sedang melakukan beta testing untuk fitur chatbot sebagai layanan virtual assistant demi peningkatan layanan konsumen.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/rups-passpod.jpg)