Isu Makar
Kivlan Zen Kirim Surat Minta Perlindungan, Ryamizard Ryacudu Mengaku Belum Baca
Meski begitu, ia belum memastikan apalah surat yang dimaksud sudah disampaikan ke Ryamizard Ryacudu atau belum.
MUHAMMAD Yuntri, kuasa hukum mantan Kepala Staf Kostrad Mayjen (Purn) Kivlan Zen, membenarkan pihaknya mengirimkan surat permintaan perlindungan kepada Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu.
Melalui surat yang disiapkan tim kuasa hukumnya tersebut, Kivlan Zen minta perlindungan Ryamizard Ryacudu terkait kasus hukum yang sedang menimpanya.
"Iya, iya (surat permintaan perlindungan)," ujar Yuntri saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (12/6/2019).
• Polisi Ciduk Pencuri Senjata Api dari Mobil Brimob Saat Kerusuhan 22 Mei, Terungkap Berkat CCTV
Meski begitu, ia belum memastikan apalah surat yang dimaksud sudah disampaikan ke Ryamizard Ryacudu atau belum.
Sebab, saat ini Yuntri tengah berada di Bandung untuk takziah ke rumah keluarga yang meninggal dunia.
"Tim saya di Jakarta memang lagi persiapkan itu, tapi apakah sudah disampaikan atau belum saya tidak tahu," kata Yuntri.
• Insan Medika, Layanan Perawat Lansia dan Home Care Kekinian
Menanggapi hal itu, Ryamizard Ryacudu mengaku belum membaca surat yang dimaksud.
Ia juga mengatakan, baru mengetahui ihwal surat dari Kivlan Zen saat ditanya awak media.
"Saya aja baru dikasih tahu. Mudah-mudahan itu surat yang isinya menyenangkan. Saya belum baca," tutur Ryamizard Ryacudu di Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, Rabu (12/6/2019).
• Pria Pembunuh Tetangga yang Bakar Rumah Tak Kenal Korbannya, Diduga Depresi Ditinggal Istri dan Anak
Ia sendiri belum bisa memastikan apakah nantinya Kemenhan akan memberikan perlindungan sebagaimana dimaksud oleh Kivlan Zen dalam suratnya.
Mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) ini mengatakan, akan meminta saran terlebih dahulu kepada Kepala Biro Hukum Kemenhan, sebelum menyikapi lebih lanjut soal surat tersebut.
"Saya akan panggil Karo Hukum saya, ini gimana, kalau bagus iya, kalau enggak ya tidak. Untuk apa ada dia kalau enggak beri saran ke saya?" Paparnya.
• Jelang Sidang Sengketa Pilpres 2019, Ketua Mahkamah Konstitusi: Kami Hanya Takut pada Allah SWT
Sebelumnya, Tonin Tachta, kuasa hukum Kivlan Zen, membantah kliennya memiliki peran kunci dalam rencana pembunuhan lima tokoh nasional dan seorang pimpinan lembaga survei.
"Bapak Kivlan Zen tidak pernah merencanakan pembunuhan. Itu adalah hoaks," ujar Tonin saat dikonfirmasi, Selasa (11/6/2019).
Pihak kuasa hukum saat ini sedang mengajukan permohonan penangguhan penahanan terhadap Kivlan Zen.
• Kisah Pejuang Nafkah di Hari Raya, Baru Mudik Lebaran Jika Stasiun Pasar Senen Sepi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/kivlan-zein-demo-di-bawaslu1.jpg)