Breaking News:

Sebelum Tusuk Tetangga dan Bakar Rumah, Adi Sempat Bakar Motor

Adi Zulkarnaen pembunuh tukang sayur bernama Giatno sekaligus pembakar rumahnya sendiri di Kota Bekasi hidup sebatang kara sejak setahun terakhir.

WARTA KOTA/FITRIYANDI AL FAJRI
Setelah membunuh Giatno, tetangganya, Adi Zulkarnaen yang diduga depresi membakar rumahnya sendiri di Kampung Ceger RT 06/18, Kelurahan Jakasetia, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Minggu (9/6/2019) malam. 

WARTA KOTA, BEKASI--- Adi Zulkarnaen (44) pembunuh tukang sayur bernama Giatno (38) sekaligus pembakar rumahnya sendiri di Kota Bekasi hidup sebatang kara sejak setahun terakhir.

Sang istri dan kedua anaknya telah pergi dari rumahnya di Kampung Ceger RT 08 RW 17, Kelurahan Jakasetia, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, sekitar setahun lalu.

Pemkot Jakarta Pusat Sidak Kantor Kecamatan di Hari Pertama Masuk Kerja

"Kalau nggak salah istri dan anaknya pindah ke daerah keluarganya di wilayah Tangerang," kata Ardi, warga sekitar, Senin (10/6/2019).

Ardi mengatakan, sebelum menusuk tetangganya dan membakar rumahnya sendiri, Adi sempat membakar sepeda motornya sendiri.

Tiga Orang PNS Pemkot Jakarta Timur Bolos di Hari Pertama Masuk Kerja

Beruntung api berhasil dipadamkan warga sehingga tidak merambat ke rumah warga.

"Kejadiannya pembakaran motornya beberapa lalu dan paling parah yang sekarang kambuhnya sampai nusuk hingga bakar rumah sendiri," ujarnya.

Wali Kota Depok: Tingkat Kehadiran ASN Hari Pertama 99,99 Persen

Sebelum mengalami depresi, Adi bekerja di salah satu perusahaan ekspedisi di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Entah mengapa, tiba-tiba dia sudah tidak bekerja dan mengalami depresi hingga ditinggal istrinya.

Hari Pertama Kerja Usai Libur Lebaran, Wali Kota Sidak Pelayanan di Cilincing

Selama ini, kata dia, Adi hidup ditanggung oleh kakaknya yang tinggal di daerah yang sama.

Warga pun telah memaklumi kondisi mentalnya yang sedang sakit.

"Kalau lagi waras suka tegur sapa di jalan, tapi kalau lagi kambuh bisa jalan berkeliling perkampungan sambil ngomong sendirian dan nggak pakai sandal," ujarnya.

Pemudik Keluhkan Kepadatan di Bekas GT Cikarang Utama

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor:
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved