Aksi Terorisme

Densus 88 Ciduk Terduga Teroris di Sukoharjo, Sehari-hari Jualan Sandal dan Pakaian

SEORANG terduga teroris ditangkap Densus 88 di Mojolaban, Sukoharjo, Jawa Tengah, Minggu (9/6/2019).

Istimewa
ILUSTRASI Densus 88 

Selain melakukan penangkapan, Densus 88 juga melakukan olah TKP di rumah kontrakan SR sekitar pukul 19.00 WIB.

Dari olah TKP tersebut, petugas mengamankan sebuah telepon seluler merek Cross.

"Usai saya salat Isya, saya dijemput polisi untuk menyaksikan penggeledahan di rumah pak SR," ujar Supardi (54), Ketua RT setempat.

Ini Aneka Senjata Tajam yang Disita Polisi dari 81 Terduga Pelaku Tawuran Antar Desa di Buton

Supardi menyebut penggeledahan berlangsung cepat, sekitar 15 menit.

"Penggeledahan berlangsung cepat, sekitar 15 menit," katanya.

"Polisi mengatakan di rumahnya tidak ada apa-apa, cuma membawa HP merek cross," ungkapnya.

Merasa Ditipu Separatis, Ajudan Tokoh Utama KKSB Menyerahkan Diri dan Berikrar Setia kepada NKRI

Sebelumnya, petugas juga mengamankan sepeda motor yang dikendarai oleh SR saat ditangkap.

Motor tersebut saat ini dibawa ke kantor Polsek Mojolaban, Sukoharjo.

"Saat penangkapan, polisi membawa motor SR, motornya Honda bebek, yang dibawa ke Polsek Mojolaban," jelasnya.

Kisah Para Perantau, Jadi Sopir Pengacara Hingga Bisa Kuliahkan Dua Anak Sampai Lulus

Sebelumnya diberitakan Wartakotalive, Mabes Polri mengungkapkan, RA (22), pelaku bom bunuh diri di Tugu Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, sempat berkomunikasi dengan pimpinan ISIS melalui Facebook.

"Iya, (berkomunikasi dengan pimpinan ISIS melalui FB), dari hasil pemeriksaan sementara, kemudian hasil keterangan orang tuanya," ujar Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (7/6/2019).

"Karena orang tuanya juga sempet diajak untuk backup ikut kepada jaringan ISIS," sambungnya.

 Ani Yudhoyono Sempat Tampak Gembira Hirup Udara Segar, Mahfud MD Langsung Teringat Filsafat Jawa

Menurut Dedi Prasetyo, RA sempat mengajak orang tuanya untuk mendukung suicide bomber, namun keduanya menolak permintaan sang anak.

Sumber: Tribun Solo
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved