Mesut Oezil Menikah
Nasihat Pernikahan dari Erdogan Untuk Mesut Oezil dan Amine Gulse
Ada empat hal yang bisa membuat pernikahan awet, menurut Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan.
Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, adalah tamu kehormatan di pernikahan Mesut
Oezil dan Amine Gulse, pada Jumat (7/6).
Kepala negara tersebut bukan sekadar hadir, namun juga menjadi saksi dalam
pernikahan tersebut. Bahkan Erdogan sendiri yang menyerahkan buku nikah kepada
Amine.
"Mesut, Amine, sekarang kalian sudah sah (jadi suami istri), jadi sudah boleh
berhubungan intim," kata Erdogan saat menyerahkan buku nikah tersebut, yang
disambut tawa hadirin di acara ijab kabul tersebut.
• Recep Tayyip Erdogan Menjadi Saksi Pernikahan Mesut Oezil
• Mesut Oezil Harus Menari di Prosesi Pernikahannya
Tidak hanya itu, sang Presiden lalu memberikan nasihat kepada kedua mempelai,
soal kehidupan pernikahan.
"Saya doakan kebahagiaan lahir batin lepada kesua mempelai. Pernikahan itu
ibarat perjalanan yang sangat panjang, ada masa-masa menyenangkan, ada masa-masa
sulit," kata presiden berusia 65 tahun itu, sebagaimana dikutip oleh laman
Sabah.
Menurut Erdogan, saat sedang bahagia sebaiknya kebahagiaan itu dibagikan kepada
orang lain dengan berlipat-lipat.Ketika sedang mengalami masa sulit, dijalani
dengan sabar sampai masa bahagia datang lagi.
"Saya memiliki nasihat yang bagus untuk pernikahan, pertama, menerima hal-hal
yang aneh pasangan kita. Yang kedua adalah menerima kekurangan pasangan. Ketiga,
carilah keseimbangan 9antara kelebihan dan kekurangan), dan keempat adalah
terimalah segala berkah dan serahkan semuanya kepada Allah yang Maha Besar,"
ujar Erdogan.
Memiliki anak-anak
Presiden ini juga menyinggung soal pentingnya memiliki anak-anak, dan
membesarkannya secara baik, sebab keluarga adalah penyokong paling penting dari
sebuah negara.
"Sayangnya, bertahun-tahun kita menerapkan pembatasan kelahiran (keluarga berencana), sehingga pertambahan penduduk sangat lambat. Saya berharap, generasi zaman sekarang, yang lebih terampil dan berkualitas, akan mengembalikan keseimbangan ini, sehingga negara kita akan berjalan menuju masa depan dengan lebih kuat," katanya.
Erdogan berada satu jam di acara pernikahan Oezil dan Amine, yang diselenggarakan di Hotel Four Seasons di Istanbul.
Kegagalan Jerman
Kehadiran Erdogan di pernikahan Oezil, sudah diperkirakan akan menimbulkan kegemparan lagi di Jerman, seperti saat dia makan malam dengan Erdogan di London pada Mei 2018. Begitu juga saat dia menyerahkan undangan pernikahannya kepada Presiden Turki tersebut pada bulan Maret tahun ini.
Harian Jerman Der Spiegel menulis, dengan pernikahannya tersebut Oezil semakin
menunjukkan bahwa dirinya semakin meninggalkan Jerman, setelah kecewa dengan sambutan publik Jerman waktu Timnas Jerman gagal di Piala Dunia 2018.
Pesepak bola ini bisa saja memilih menikah di Gelsenkirchen kota kelahirannya, atau London, domisilinya pada saat ini, atau Gothenburg, kota kelahiran Amine. Namun mereka malah memilih Istanbul. Karena itulah pernikahan Oezil ini disebut sebagai pertunjukan politik.
Bagi Der Spiegel, pernikahan itu adalah kegagalan integrasi Jerman dan warganya yang berlatar belakang imigran.
Oezil sempat menjadi simbol integrasi tersebut, karena dia adalah generasi kedua masyarakat imigran Turki di Jerman. Lahir dan besar di di kota Gelsenkirchen, dari orangtua yang berasal dari Turki.
Kemahirannya bermain sepak bola membuat Oezil remaja dipanggil memperkuat Timnas Jerman junior. Namun dia masih bisa memilih Turki utntuk timnas senior.
Ternyata Oezil memilih Jerman, dan sangat bangga bisa memperkuat skuad berjuluk Der Panzer itu, mulai dari Piala Dunia 2010.
Bersama Jerman, gelandang klub Arsenal ini menjadi juara Piala Dunia 2014, yang membuat dirinya semakin bangga.
Hanya saja, pada Mei 2018 segalanya mulai berubah. Berawal dari makan malam bersama Erdogan di London, yang membuatnya menjadi sasaran kecaman publik Jerman.
Ketika Jerman tersingkir di fase grup Piala Dunia 2018, kecaman itu semakin menguat, sehingga Oezil merasa bahwa kegagalan Timnas Jerman semua ditimpakan kepadanya.
"Waktu kami menang, saya adalah Jerman bagi kalian, tapi begitu kami gagal, saya hanyalah seorang imigran," kata Oezil mengungkapkan kekecewaannya.
Sejak saat itulah pesepak bola yang saat ini berusia 30 tahun ini mulai menjauh dari Jerman, dan merapat ke Turki.
"Jika Jerman memusuhi pemainnya yang telah memberikan gelar juara Piala Dunia 2014, maka jangan heran jika sekarang dia melihat ke arah lain sebagai rumahnya," tulis Der Spiegel.
• Ozil Mundur dari Timnas Jerman, Kalau Bikin Gol Saya Orang Jerman, Kalau Tidak Saya Orang Arab
Bebal
Namun keputusan Oezil itu juga mendapat kecaman dari warga Jerman keturunan Turki lainnya. Mustafa Yeneroglu, seorang anggota parlemen Jerman, yang juga keturunan Turki, mengatakan, seharusnya Oezil jangan menjadi bebal, dan hidup terasing dari masyarakat di sekitarnya.
"Kalau dia tidak begitu, pasti dia akan mengundang Presiden federal Jerman, Frank-Walter Steinmeier ke pernikahannya. Tapi dia tak melakukannya," kata Yeneroglu, yang lahir di kota Cologne, Jerman.
Acara ijab kabul Oezil dan Amine dilangsungkan di luar ruangan, di tepi Selat
Bosporus yang memisahkan benua Eropa dengan Asia.
Oezil menyebarkan 300 undangan untuk acara di istanbul itu, dan kebanyakan tamu
yang hadir adalah selebritas Turki.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/pernikahan-ozil-3.jpg)