Jumat, 24 April 2026

China Akan Boikot iPhone, CEO Huawei Tidak Setuju: Apa Alasannya?

CEO dan Pendiri Huawei, Ren Zhengfei, membela pesaingnya dari Amerika Serikat yakni Apple.

Apple adalah perusahaan terkemuka di dunia. Jika tidak ada Apple, tidak akan ada internet seluler

Departemen Perdagangan Amerika Serikat telah menempatkan Huawei pada daftar hitam perdagangan di awal bulan ini.

WARTA KOTA, PALMERAH---- CEO dan Pendiri Huawei, Ren Zhengfei, membela pesaingnya dari Amerika Serikat yakni Apple.

Meski, perusahaannya diserang oleh Pemerintah Amerika Serikat.

Ketika ditanya dalam wawancara dengan Bloomberg seperti dilansir Kontan, tentang seruan yang berkembang di China untuk memboikot produk Apple, Ren mengatakan, akan menentang tindakan pembalasan dari Beijing.

Kegiatan APM Bagi Pelanggan untuk Mudik Lebaran 2019

Meskipun saat ini tensi antara Amerika Serikat dan China sedang tinggi terkait perang dagang.

"Yang pertama, hal itu tidak akan terjadi. Dan yang kedua, kalaupun itu terjadi, saya akan menjadi orang pertama yang melakukan protes," kata Ren.

"Apple adalah perusahaan terkemuka di dunia. Jika tidak ada Apple, tidak akan ada internet seluler," kata Ren.

Ren menganggap kalau Apple adalah gurunya dan menilai Apple akan terus bergerak maju.

"Sebagai siswa, mengapa aku harus menentang guruku?" katanya.

Jasa Pengiriman Ada Peningkatan, Masih Didominasi Pengiriman dari E-Commerce

Departemen Perdagangan Amerika Serikat telah menempatkan Huawei pada daftar hitam perdagangan di awal bulan ini.

Hal tersebut secara efektif melarang Huawei melakukan bisnis dengan perusahaan-perusahaan Amerika.

Larangan itu memaksa pemasok seperti Google dan ARM Holdings untuk memutuskan hubungan dengan perusahaan China ini.

Operator top di Inggris dan Jepang juga menunda peluncuran smartphone Huawei.

Selain Perang Dagang, Amerika Serikat Melakukan Pantauan 9 Negara

Pembatasan yang dilakukan Pemerintahan Donald Trump telah mengancam posisi Huawei sebagai pembuat peralatan telekomunikasi terbesar di dunia dan merek ponsel pintar kedua terbesar.

Sumber: Kontan
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved