Pilpres 2018

Sebut AHY Dibully Secara Sangat Kejam, SBY: Mungkin itu Cara Tuhan untuk Menggemblengnya

Akibat pertemuan itu, AHY, SBY, dan Partai Demokrat diserang habis oleh kalangan tertentu. Setelah itu AHY di-bully sangat kejam.

Kompas.com/Robertus Belarminus
KETUA Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengukuhkan putranya Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) untuk Pemilukada 2018 dan Pilpres 2019. Sabtu (17/2/2018). 

Hasil Pemilihan Umum atau Pemilu 2019 sudah terlihat setelah Komisi Pemilihan Umum menetapkan rekapitulasi suara pada 21 Mei 2019 lalu.

Meski begitu, arah politik sejumlah partai politik sudah terlihat tak lama setelah lembaga survei merilis hasil hitung cepat setelah pemungutan suara pada 17 April silam.

Sejak saat itu, sikap dan arah para anggota koalisi mulai mendapat banyak sorotan, terutama sikap politik yang dilakukan oleh kubu yang dinyatakan tidak memenangkan Pemilu. 

Komentari Pertemuan Jokowi dan AHY, SBY Sebut Pentingnya Etika Menerima Kekalahan

Dituduh Pura-pura Sakit, Ani Yudhoyono Sedih. SBY Doakan yang Nuduh Tak Sakit Seperti Istrinya

VIDEO: SBY Tanggapi Berbagai Isu Soal Pertemuan Anaknya dengan Jokowi

Setiap pertemuan antara dua pihak berbeda, yaitu partai pendukung Joko Widodo-Ma'ruf Amin dengan Prabowo-Sandiaga Uno, mendapat banyak perhatian, tanpa memperhatikan konteks pertemuan yang terjadi.

Misalnya, sorotan terjadi saat ketua MPR yang berasal dari Partai Amanat Nasional, Zulkifli Hasan bertemu Presiden Joko Widodo saat pelantikan Gubernur Maluku terpilih pada 24 April lalu.

Berbagai pihak menerka bahwa ini menjadi awal rekonsiliasi antara kubu Jokowi-Ma’ruf dengan Prabowo-Sandiaga.

Menkumham Kecewa dengan Kasus OTT Pejabat Imigrasi Mataram, Dukung Pengusutan Hingga Tuntas

Meskipun, setelah itu Zulkifli Hasan menjelaskan keberadaannya di Istana terkait tugasnya sebagai ketua MPR.

Hal serupa juga dialami oleh putra sulung Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, Agus Harimurti Yudhoyono ( AHY).

Ia sempat dua kali bertemu dengan Jokowi.

Pertemuan itu memantik banyak persepsi bermunculan di masyarakat.

Hingga akhirnya, SBY mengaku banyak serangan yang diterima Agus, dirinya, dan tak terkecuali Partai Demokrat setelah pertemuan dengan Jokowi.

Pertemuan di Istana Merdeka Pada 2 Mei 2019, AHY yang merupakan Komandan Komando Tugas Bersama Partai Demokrat bertandang ke Istana Merdeka, Jakarta memenuhi panggilan Joko Widodo.

Prabowo ke Dubai untuk Bisnis dan Cek Kesehatan. Dia Kan Mantan Tentara, Disiplin Cek Kesehatan

Keduanya terlibat percakapan empat mata, sehingga tidak ada satu pun yang mengetahui apa isi perbincangan keduanya.

Lagi-lagi, pertemuan itu disebut sebagai langkah politik yang diambil Demokrat usai Pilpres usai.

Banyak yang menyebut Partai Demokrat mulai menunjukkan kecondongannya terhadap kubu pemerintah di masa depan.

Akan tetapi, Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat, Amir Syamsuddin menyebut terlalu dini untuk membicarakan koalisi di pertemuan tersebut.

KPK Beberkan Kronologi OTT di Imigrasi Mataram: Negosiasi Uang Suap Rp 1,2 Miliar Tanpa Bicara

Sementara dari pihak Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, menilai pertemuan ini baik untuk diikuti oleh pihak lainnya untuk mendinginkan suasana pasca kampanye dan pemilu yang cukup menaikkan tensi masyarakat.

Rupanya tak cukup sekali AHY hadir ke Istana dan bertemu Capres Petahana tersebut, kali ini pertemuan terjadi di Istana Bogor pada Rabu (22/5/2019) kemarin.

Menjelaskan tentang pertemuannya, AHY menyebut Jokowi memintanya menjadi penghubung dengan SBY yang saat ini ada di Singapura, mendampingi sang istri menjalani pengobatan atas kanker darah.

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudoyono bersama calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto, berjabat tangan seusai melakukan petemuan tertutup di kediaman Susilo Bambang Yudhoyono di kawasan Mega Kuningan, Jakarta, Jumat (21/12/2018). Partai Demokrat dan Partai Gerinda bersepakat memenangkan pemilu presiden dan legislatif pada 2019.
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudoyono bersama calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto, berjabat tangan seusai melakukan petemuan tertutup di kediaman Susilo Bambang Yudhoyono di kawasan Mega Kuningan, Jakarta, Jumat (21/12/2018). Partai Demokrat dan Partai Gerinda bersepakat memenangkan pemilu presiden dan legislatif pada 2019. (WARTA KOTA/HENRY LOPULALAN)

AHY mengatakan, Jokowi masih ingin menjaga selalu komunikasi dan silaturahmi dengan SBY yang sebelumnya juga menjabat Presiden Republik Indonesia selama dua periode.

Jokowi berharap dapat mendiskusikan berbagai permasalahan bangsa dengan SBY.

Namun, SBY merasa dua pertemuan yang dilakukan oleh anaknya bersama Jokowi, justru mendatangkan banyak serangan, baik kepada AHY itu sendiri, dirinya, maupun Partai Demokrat.

"Akibat pertemuan itu, AHY, SBY, dan Partai Demokrat diserang habis oleh kalangan tertentu. Setelah itu AHY di-bully sangat kejam.

"Mungkin itu cara Tuhan untuk menggembleng orang yang baru masuk di dunia politik," kata SBY melalui sebuah video.

Mudik Lebaran, Jasa Marga Sediakan 66 Rest Area dengan Fasilitas Lengkap Sepanjang Tol Trans Jawa

Sejauh ini, memang hanya Partai Demokrat yang kerap dinilai akan merapat ke pemerintah, meskipun tak mendukung Jokowi-Ma'ruf dalam pemilu.

Hal itu, dilihat dari sikap-sikap politik partai juga anggota Demokrat yang tidak selalu terlibat dalam agenda Prabowo-Sandiaga.

Hal itu pula yang disampaikan oleh SBY.

"Dari serangan itu, sebenarnya kita tahu dari kelompok mana serangan sengit itu berasal," ujar SBY.

SBY juga mengatakan, hal inilah yang membedakan pihaknya dengan pihak pendukung Prabowo-Sandi yang lain.

Ingin Naik Kelas ke MotoGP, Adik Juara Dunia MotoGP Marc Marquez Incar Kursi Pebalap Pramac Ducati

"Di situ perbedaan kami dengan pihak tertentu itu. Memang ada yang bersikap tabu dan dilarang keras pihak 02 berkomunikasi dengan 01."

Barangkali ada yang bersumpah tak akan komunikasi dan berkawan selamanya. Barangkali pula dendam yang membara harus dipertahankan," ucap SBY.

Jika benar ada yang merasa demikian, ia meminta untuk tidak memaksa Partai Demokrat untuk mengikuti cara itu. "Kami prinsip ikhtiar perjuangan untuk menang harus dilakukan sekuat tenaga. Namun, setelah selesai, ya, selesai," lanjutnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pertemuan AHY dan Jokowi yang Berbuntut "Serangan" ke SBY...", Penulis : Luthfia Ayu Azanella 

Gosip Seleb

   TERUNGKAP, Inilah Mantan Raffi Ahmad yang Membuat Nagita Slavina Cemburu

 Kedekatan Sule dan Naomi Zaskia Makin Terlihat, Mulai dari Suapan Sampai Bilang Sayang

 Padahal Komedian, Konten Youtube Abdur Arsyad Dianggap Cerdas & Berkualitas 

 

 

TERPOPULER

 PROFIL 4 JENDERAL Target Pembunuhan, Cerita Lengkap dari Orang Dekat Jokowi sampai Sniper Khusus

 Nyinyiri Wiranto, Fahri Hamzah: Saya Juga Pernah Mau Dibunuh, Tapi Hukum Diam Saja

 7 Fakta Perempuan Inisial AF yang Dituduh Suplai Senjata pada Aksi 22 Mei, Istri Purnawirawan Mayjen

 6 Tersangka Pembunuh Bayaran 4 Jenderal, di Salah Satu Rumahnya Ditempeli Stiker Prabowo-Sandi

 

TERKINI

 Kepala Imigrasi dan Anak Buahnya Ditangkap KPK Setelah Buka Puasa Bersama, Nilai Suap Rp 1 Miliar?

 BPK Soroti Utang Pemerintah yang Terus Membengkak Sejak 2015, Ini Jawaban Cerdas Sri Mulyani

 PNS Libur Lebaran Selama 9 Hari, Tanggal 31 Mei Masuk Kerja, Tanggal 1 Juni Tetap Upacara

 BARU, Pemerintah Keluarkan Kepres Cuti Bersama Lebaran 2019 untuk PNS di Tanggal Ini 

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved