Bulan Suci Ramadan
Tanpa Melakukan Itikaf Apakah Bisa Mendapatkan Malam Lailatul Qadar? Begini Penjelasannya
Pada malam Lailatul Qadar, amal yang dilaksanakan pada malam itu memiliki nilai lebih dibandingkan amal-amal yang dilakukan di malam-malam lainnya.
Penulis: Dian Anditya Mutiara | Editor: Dian Anditya Mutiara
Moga kita semua mendapatkan kemuliaan di malam lailatul qadar tersebut.
Lalu, bagaimanakah tata cara itikaf?
Itikaf pada 10 hari terakhir bulan Ramadan bisa dikatakan sebagai ruang perawatan khusus untuk menghilangkan kanker dosa dari dalam hati.
Itikaf merupakan lingkungan khusus yang jauh dari noda dan kotoran dunia.
Konon Rasulullah selalu melakukan itikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan.
Kemudian pada tahun di mana beliau meninggal dunia, beliau beritikaf selama dua puluh hari.
Ketika beliau tidak bisa itikaf, beliau kemudian menggantinya dengan itikaf sepuluh hari pertama di bulan Syawal.
Tindakan Rasulullah itu merupakan bukti pentingnya ibadah itikaf.
Kesungguhan Rasulullah untuk mengerjakan ibadah yang satu ini juga bisa menjadi motivasi untukmu melakukan hal yang sama.
• Pesan Ustaz Arifin Ilham untuk Menjaga Ketiga Istri Pada Putranya, Persatuan Saat Pilpres Memanas
• Almarhum Ustaz Arifin Ilham Dimata Ustaz Abdul Syukur: Ajarkan Ketauladanan Daripada Banyak Ngomong
• Cara Luna Maya Menjaga Asupan Makanan dan Minuman saat Berbuka Puasa dan Sahur Ramadan
Syarat dan Rukun Itikaf
Sebelum melakukan itikaf, penting untuk memperhatikan syarat dan rukunnya, antara lain sebagai berikut:
Pertama, niat, dalam itikaf harus ada niat sehingga orang yang melakukannya paham apa yang harus dilakukan.
Bahkan jangan sampai melamun, dan pikiran kosong.
نويت الاعتكاف لله تعالي
“Nawaitul I’tikaf Lillahi Ta’ala”