Jalur Mudik

Setelah Ditaruh Tangki Air, Jalur Mudik di Bekasi Diperbaiki Petugas

Ruas Jalan I Gusti Ngurah Rai, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi telah diperbaiki pemerintah daerah setempat pada Senin (20/5) malam

Setelah Ditaruh Tangki Air, Jalur Mudik di Bekasi Diperbaiki Petugas
Istimewa
Petugas Dinas BMSDA Kota Bekasi memperbaiki ruas Jalan I Gusti Ngurah Rai, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi yang rusak pada Senin (20/5) malam. Sebelumnya, warga menaruh tangki air di ruas jalan tersebut karena kerap mengalami kerusakan 

BEKASI, WARTAKOTALIVE.COM -- Ruas Jalan I Gusti Ngurah Rai, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi telah diperbaiki pemerintah daerah setempat pada Senin (20/5) malam.

Ruas ini diperbaiki karena dalam kondisi rusak dan berlubang, sehingga membahayakan pengendara motor.

Apalagi ruas jalan ini merupakan jalur lintasan pemudik dari DKI Jakarta dan Kota Bekasi menuju wilayah timur.

"Sudah diperbaiki tadi malam menggunakan aspal hotmix," kata Kepala Bidang Bina Marga pada Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA) Kota Bekasi, Widayat Subroto pada Selasa (21/5).

Subroto menjelaskan, panjang jalan rusak yang telah diperbaiki di Jalan I Gusti Ngurah Rai mencapai 500 meter.

Rencananya, titik lain kerusakan jalan di jalur tersebut juga akan diperbaiki pada Selasa (21/5) malam.

"Di titik yang sama akan kita lanjutkan perbaikannya karena selain sebagai penghubung antara Kota Bekasi dengan DKI Jakarta, ruas jalan ini merupakan jalur mudik," ujarnya.

Menurut Subroto perbaikan yang dilakukan petugas sifatnya hanya sementara.

Sekitar akhir tahun ini, pemerintah daerah akan melakukan perbaikan permanen dengan mengangkat lapisan dalam aspal dan menggantinya dengan yang baru.

"Untuk permanen kita menunggu lelang dan rencananya juga dengan aspal hotmix plus saluran," jelasnya.

Seperti diberitakan, sebuah tangki air bekas rumah berada di tengah Jalan I Gusti Ngurah Rai, Kelurahan Bintara, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi pada Senin (20/5) pagi.

Tangki air bewarna putih dan biru itu sengaja ditaruh warga karena kesal, ruas jalan tersebut kerap rusak sehingga membahayakan pengendara motor.

Salah seorang tukang tambal ban di lokasi, Nur Jaya (29) mengatakan, tangki air itu sudah ditaruh warga setempat pada Senin (20/5) subuh hari.

Sebelum tangki, warga menaruh ban serta ember bekas sebagai tanda bahaya bagi pengendara terutama sepeda motor.

"Sekitar dua minggu lalu ada ban bekas dan ember. Tapi beberapa hari kemudian hilang dan sekarang diganti pakai tangki air rumah," kata Nur Jaya pada Senin (20/5). (faf)

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved