Isu Makar

Fahri Hamzah Sebut Pemerintah Sedang Berfantasi Kasus Makar: Kasus Makar Sudah Tidak Ada di Dunia

Fahri Hamzah sebut pemerintah tengah berfantasi kasus makar dan menyebut makar sudah tak ada lagi di dunia saat ini.

Fahri Hamzah Sebut Pemerintah Sedang Berfantasi Kasus Makar: Kasus Makar Sudah Tidak Ada di Dunia
kompas.com
Fahri Hamzah, Wakil Ketua DPR. 

"Kalau kau memilih ketidakadilan, berarti kau mengizinkan penjajahan terhadap rakyat Indonesia," ujarnya.

Prabowo Subianto mengatakan, Indonesia saat ini mengalami pemerkosaan demokrasi. Menurutnya, mandat rakyat telah diberikan kepadanya bersama Sandiaga Uno.

"Setelah kita memperhatikan dengan seksama, mendengar, dan meyakinkan diri kita dan rakyat kita, bahwa kita telah memenangkan mandat dari rakyat, kita telah memenangkan mandat dari rakyat," paparnya.

SPDP Prabowo Subianto Ditarik

Polda Metro Jaya menarik Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) dengan terlapor Prabowo Subianto, terkait = kasus dugaan makar dengan tersangka Eggi Sudjana.

Sebelumnya, SPDP tersebut dikirimkan ke Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, saat ini belum tepat untuk mengeluarkan SPDP atas nama Prabowo Subianto.

Mengingat, katanya, Prabowo Subianto hanya disebut namanya oleh Eggi Sudjana dan Lieus Sungkharisma.

"Bapak Prabowo merupakan tokoh bangsa yang harus dihormati. Dari hasil analisis penyidik bahwa belum waktunya diterbitkan SPDP, karena nama Pak Prabowo hanya disebut namanya oleh tersangka Eggi Sudjana dan Lieus," jelas Argo Yuwono saat dikonfirmasi, Selasa (21/5/2019).

Menurut Argo Yuwono, saat ini belum perlu dilakukan proses penyidikan. Saat ini penyidik bakal melakukan penyelidikan lebih dahulu.

Penyidik bakal melakukan pengecekan lebih dahulu dengan beberapa alat bukti lain. Sehingga, pihaknya menarik SPDP dengan terlapor Prabowo Subianto.

"Karena perlu dilakukan kroscek dengan alat bukti lain. Oleh karena itu belum perlu sidik maka SPDP ditarik," terang Argo Yuwono.

Sebelumnya diberitakan Wartakotalive.com, Polda Metro Jaya menerbitkan surat penyidikan kasus makar yang menyebut nama calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto.

Hal itu berdasarkan sebuah surat dari Polda Metro Jaya tanggal 17 Mei 2019, yang ditujukan kepada Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta.

Kop surat tersebut bernomor B/9159/V/RES.1.24/2019/Datro, perihal surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP).

Dalam surat itu, Prabowo Subianto dilaporkan dengan nomor laporan: LP/B/0391/IV/2019//Bareskrim tanggal 19 April 2019 Pelapornya atas nama Suriyanto SH MH M Kn.

Menurut isi salinan SPDP itu, pasal yang dituduhkan kepada Prabowo Subianto adalah pasal 107 KUHP dan atau pasal 110 junto pasal 87 dan atau pasal 14 ayat (1) dan ayat (2) dan atau pasal 15 Undang-undang Nomor 1/1946.

Fahri Hamzah: Pemerintah Berhentilah Berfantasi Soal Makar

Anggota DPR RI sekaligus mantan politisi PKS Fahri Hamzah.
Anggota DPR RI sekaligus mantan politisi PKS Fahri Hamzah. (Facebook Fahri Hamzah)

Fahri Hamzah klaim tidak ada makar di dunia ini.

Penyataannya itu menanggapi terkait Prabowo Subianto dikabarkan akan dijadikan tersangka kasus makar bersama Eggi Sudjana.

"Tidak ada orang makar. Jadi pemerintah berhentilah berfantasi tentang makar ini. Makar ini sudah tidak ada di dunia," jelas Fahri Hamzah saat live streaming di akun facebooknya, Senin (21/5/2019).

Sebelumnnya Fahri Hamzah mendapatkan kabar, jika Prabowo Subianto mau dijadikan tersangka kasus makar.

Hal tersebut membuat Fahri Hamzah bertanya-tanya dan sebut ada nuansa bumi hanguskan.

"Saya barusan mendapatkan WA (WhatsApp), dan juga link berita, bahwa pemerintah mau menjadikan Pak Prabowo sebagai tersangka, atau polisi ingin menjadikan Pak Prabowo sebagai tersangka"

"Itu yang saya bilang, ada apa ini sebenarnya? Apa yang mau dipancing? Apa ada pikiran bahwa ada gium yang menyatakan bahwa ada gium saya tidak harus menang tapi dia juga harus kalah gitu. Ada gium seperti itu dalam pertarungan"

"Apakah ini betul-betul mau melakukan sesuatu yang.. apa namanya.. bernuansa bumi hangus gitu. Sehingga seluruh kekuatan oposisi itu tidak ada lagi. Dan kemenangan ini ingin dikuasai secara mutlak" kata Fahri Hamzah.

Simak video lengkapnya dari menit 26.05

Penulis: Panji Baskhara
Editor: Panji Baskhara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved