Kerusuhan Lapas Langkat

Semua Pegawai Lapas Narkotika Langkat Dinonaktifkan, Yasonna: Mereka Berbahaya dan Penyakit

Menteri Hukum dan Hak Azasi Manusia, Yasonna Laoly menonaktifkan semua pegawai Lapas Narkotika Klas III Langkat dan Penyelidikan Pelaku Kerusuhan.

Semua Pegawai Lapas Narkotika Langkat Dinonaktifkan, Yasonna: Mereka Berbahaya  dan Penyakit
Tribun Medan/Dedy Kurniawan
Menteri Hukum dan Hak Azasi Manusia (Menkumham) RI, Yasonna Laoly mengunjungi Lapas Narkotika Klas III Langkat, Kecamatan Hinai, Sumatera Utara, Sabtu (18/5/2019). Semua Pegawai Lapas Narkotika Langkat Dinonaktifkan, Yasonna: Mereka Berbahaya dan Penyakit 

Menteri hukum dan Hak Azasi Manusia (Menkumham) RI, Yasonna Laoly mengambil keputusan tegas sebagai reaksi atas kerusuhan di Lapas Narkotika Klas III Langkat, Kecamatan Hinai, Sumatera Utara (Sumut).

Yasonna menonaktifkan Kepala Lapas Narkotika Langkat dan seluruh jajarannya. 

Dia juga meminta penyelidikan atas kejadian kriminal dalam kerusuhan di lapas.

"Mulai hari ini sudah nonaktif. Semuanya (nonaktif). Tidak hanya Kalapas, namun semua yang ada di sini.

Saya dengar tadi pungli dan lain-lain semua diangkat. Semua bedol desa.

Dan jangan masuk di lapas dan rutan dulu. Ini orang berbahaya kalau dimasukkan lagi ke situ. Penyakit," kata Yasonna di Lapas Narkotika Klas III Langkat, Kecamatan Hinai, Sumatera Utara, Sabtu (18/5/2019).

Jumlah pegawai di lapas Klas III Langkat berjumlah 69 orang dan  petugas pengamanan 52 orang.

Kementerian telah menunjuk seorang pelaksana harian dan akan segera mencari pengganti untuk para pegawai yang dinonaktifkan.

Yasonna juga mengatakan, pihaknya secara bertahap akan membenahi sistem administrasi di lapas, sistem koperasi, dan fasilitas narapidana alias napi.

24 Tuntutan Napi Lapas Langkat yang Dipenuhi Petugas, Minta Kalapas Dicopot dan Protes ke Istrinya

Cerita Lucu dari Kerusahan Lapas Langkat: Napi Jajan Sate, Pedagang Masuk Lapas, Hingga Minta Difoto

Penyelidikan Kasus Kerusuhan

Halaman
1234
Editor: Mirmo Saptono
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved