Sabtu, 18 April 2026

Perseteruan Amerika Serikat-China, Presiden China Sentil Amerika Serikat

Presiden China Xi Jinping menyentil langkah Amerika Serikat yang menaikkan tarif untuk produk-produk buatan negaranya.

thinkstockphotos
Ilustrasi. Presiden China Xi Jinping menyentil langkah Amerika Serikat yang menaikkan tarif untuk produk-produk buatan negaranya. 

China dan Amerika Serikat telah terkunci dalam perang dagang yang semakin sengit setelah keduanya memberlakukan tarif impor satu sama lain.

Peradaban China adalah sebuah sistem terbuka yang berasimilasi dengan budaya lain.

WARTA KOTA, PALMERAH--- Soal kenaikan tarif, Presiden China Xi Jinping menyentil langkah Amerika Serikat yang menaikkan tarif impor untuk produk-produk buatan negaranya.

Menurut Xi, negaranya selama ini menganut paham keterbukaan pada dunia.

Dilansir dari Reuters yang dilansir Kontan, dalam pidato publik perdana sejak perang dagang kembali memanas pada pekan lalu, Xi menyebut China memiliki sejarah yang gemilang karena bersikap terbuka kepada dunia.

Keterbukaan itu, disebutnya akan terus dilakukan China.

Praktik Jual Beli Data Pribadi Hingga Informasi Gaji Dianggap Lumrah, Siapa Bertanggung Jawab?

Saat ini, China dan Amerika Serikat telah terkunci dalam perang dagang yang semakin sengit setelah keduanya memberlakukan tarif impor satu sama lain.

Namun, pernyataan tersebut dinilai sebagai sebuah respons setelah melihat indikator pertumbuhan China yang melemah pada penjualan ritel dan output industri selama bulan April.

Dalam pidatonya, Xi memang tidak secara eksplisit menyebut soal perang dagang.

Ia justru berfokus pada kampanye yang menggambarkan China sebagai negara yang tidak mengancam pihak lain.

Ia menyebut bahwa peradaban China adalah sebuah sistem terbuka yang berasimilasi dengan budaya lain.

Termasuk budaya Budha, Marxisme dan Islam.

"China pada saat ini bukan hanya negara bagi bangsa China. Namun juga bagi bangsa Asia dan dunia. Tiongkok di masa depan akan mengambil sikap yang lebih terbuka untuk merangkul dunia," katanya.

Ia menyentil Amerika Serikat dengan menyebut bahwa tidak ada negara yang bisa berdiri sendiri.

Xi menyindir kebijakan "America First" yang digaungkan Donald Trump.

Peluang Usaha Durian Namlung, Harga Per Kilogram Bisa Tembus Rp 200.000

Sumber: Kontan
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved