Praktik Jual Beli Data Pribadi Hingga Informasi Gaji Dianggap Lumrah, Siapa Bertanggung Jawab?

Praktik Jual Beli Data Pribadi Hingga Informasi Gaji Dianggap Lumrah, Siapa Bertanggung Jawab?

Praktik Jual Beli Data Pribadi Hingga Informasi Gaji Dianggap Lumrah, Siapa Bertanggung Jawab?
thinkstockphotos
Ilustrasi. Ditemukan praktik jual beli data pribadi nasabah di kalangan tenaga pemasaran kartu kredit dengan harga bervariasi. 

Bila data memuat informasi nama, nomor telepon, alamat, hingga nama orangtua, tanpa dilengkapi kemampuan finansialnya, dijual Rp 300 per data.

Data pribadi yang kualitasnya bagus bisa dijual Rp 1 juta untuk 50 data, atau Rp 20.000 per data.

WARTA KOTA, PALMERAH--- Anda mungkin kerap mendapatkan tawaran kartu kredit.

Akan tetapi tawaran kartu kredit itu bukan dari bank tempat Anda menjadi nasabah.

Anda tentu bingung karena tidak menjadi nasabah tetapi tahu data diri Anda.?

Berdasarkan investigasi Kompas yang dilansir Kompas.com ditemukan praktik jual beli data pribadi nasabah di kalangan tenaga pemasaran kartu kredit dengan harga bervariasi.

Data yang dijual secara bebas itu tak hanya berupa nama, alamat dan nomor telepon atau nama ibu kandung saja.

Akan tetapi juga informasi gaji hingga kemampuan finansial nasabah.

Peluang Usaha Durian Namlung, Harga Per Kilogram Bisa Tembus Rp 200.000

Dikutip dari Harian Kompas, Senin (13/5/2019), data itu dijual mulai Rp 300 hingga Rp 50.000 per data.

Harga penjualan tergantung informasi di dalam data tersebut.

Halaman
1234
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved