Jumat, 8 Mei 2026

Said Didu Belum Tertarik Jadi Politikus Setelah Lepas Status PNS

MANTAN Staf Khusus Menteri ESDM Said Didu mengajukan pengunduran dirinya sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS), Senin (13/5/2019).

Tayang:
TRIBUNNEWS/FRANSISKUS ADHIYUDA
Mantan Staf Khusus Menteri ESDM Said Didu mengundurkan diri sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS), Senin (13/5/2019). 

MANTAN Staf Khusus Menteri ESDM Said Didu mengajukan pengunduran dirinya sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS), Senin (13/5/2019).

Penyampaian pengunduran dirinya sebagai PNS disampaikan di Kantor Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat.

Said Didu menyampaikan, pengunduran dirinya sebagai PNS tak ada kaitannya dengan situasi perpolitikan saat ini.

Tak Cuma Air, Anies Baswedan Sebut Bogor Juga Kirim Sampah ke Jakarta

Meski, namanya kerap disematkan sebagai pendukung capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Ia menyebut, dirinya sudah tidak mampu lagi bertugas sebagai PNS, terlebih sebagai peneliti di BPPT.

"Saya menganggap tidak mampu lagi sebagai peneliti," ucap Said Didu.

Prabowo Minta Ratusan Petugas KPPS yang Meninggal Divisum, KPU Nilai Tak Hargai Perasaan Keluarga

Alasan lain Said Didu mundur sebagai ASN, adalah untuk mengembangkan pemikiran agar lebih objektif melihat situasi bangsa.

Sebab, ia menyebut, statusnya sebagai PNS tak membuatnya merdeka dalam mengkritik kebijakan publik.

"Supaya saya merdeka sebagai sebagai orang. ASN (Aparatus Sipil Negara) sekarang sangat ketat," cetusnya.

Mantan Staf Khusus Menteri ESDM Said Didu mengundurkan diri sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS), Senin (13/5/2019).
Mantan Staf Khusus Menteri ESDM Said Didu mengundurkan diri sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS), Senin (13/5/2019). (TRIBUNNEWS/FRANSISKUS ADHIYUDA)

"Padahal, ASN boleh berbeda pendapat, kecuali pemerintah sudah menetukan pilihan. Sekarang berbeda pendapat sedikit melawan pemerintah," tutur Said Didu.

Prabowo: Bachtiar Nasir Tidak Salah Sama Sekali, Ini Kriminalisasi Ulama

Selain itu, pria berkacamata ini juga ingin memberikan pelajaran bagi pegawai ASN lain di BUMN.

Ia menuding, jajaran BUMN mulai dari direktur hingga pimpinan, telah melanggar undang-undang karena terlibat dalam ranah politik.

Namun, jajaran petinggi BUMN tak ditindak oleh Pemerintah Jokowi.

Ternyata Bachtiar Nasir Sudah Jadi Tersangka Sejak Awal 2018, Ini Dua Alat Bukti yang Menjeratnya

"Agar saya tidak dianggap melanggar aturan karena mengeluarkan pendapat yang berbeda," jelas Said Didu.

Ia pun menyampaikan alasan lain terkait pengunduran dirinya itu.

Ia merasa pengabdiannya selama 32 tahun, 11 bulan, 24 hari sebagai Pegawai Negeri, telah mencapai puncaknya.

Minta Keturunan Arab Jangan Provokator, Prabowo Cs Sebut Hendropriyono Rasis dan Tak Paham Sejarah

"Hari ini tanggal 13 Mei 2019, saya mengajukan berhenti sebagai pegawai negeri di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi tempat saya bekerja sejak 1986," ungkapnya.

Said Didu mengungkapkan, aturan terkait semakin ketat, yakni terkait kritikan terhadap kebijakan publik.

Hal itu pula yang menjadi alasan Said Didu pilih mundur sebagai ASN setelah mengabdi selama 32 tahun, 11 bulan, 24 hari sebagai Pegawai Negeri.

Sejumlah Pria Misterius Bermotor Kerap Memotret Baliho Prabowo-Sandi di Bekasi, Lalu Pergi

"Saya tidak mau, tidak mampu lagi bekerja sebagai ASN karena aturannya semakin ketat, misalkan tidak boleh berpikir lagi secara bebas," paparnya.

Mantan Sekertaris Kementrian BUMN memastikan, pengunduran dirinya tak ada kaitannya dengan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Said Didu juga membantah dirinya pernah terlibat dalam kampanye palson 02. Terlebih, statusnya sebagai PNS yang punya sederet aturan.

Pekan Depan Eggi Sudjana Diperiksa Sebagai Tersangka Kasus Dugaan Makar

"Saya nyatakan bahwa tidak ada yang saya langgar, bahwa karena yang dilarang itu masuk sebagai timses resmi, saya tidak masuk," tuturnya.

"Kedua, saya tidak pernah ikut kampanye, jadi tidak ada yang saya langgar sebagai ASN, sebagai PNS, dan masih banyak pegawai negeri yang terbuka mendukung 01, banyak sekali," papar Said Didu.

Karier Said Didu sebagai pejabat struktural telah mencapai puncak sejak tahun 2005. 

Jengkel Proses Perizinan Investasi Masih Bertele-tele, Jokowi Ancam Lakukan Ini

Kala itu ia menjadi pejabat eselon I pada umur 43 tahun (Sekretaris Kementerian BUMN 2005-2010). Pangkat tertinggi ASN, yaitu Pembina Utama, dan golongan lV/e, ia capai pada umur 48 tahun (2010).

Sebagian besar kariernya dihabiskan di BPP Teknologi. Sebagai pejabat struktural, ia mulai sebagai Pimpinan Proyek, Pimpinan Pusat Bioteknologi, Kepala Sub Direktorat Peralatan dan Mesin (eselon Ill), dan Direktur Teknologi Agroindustri (Eselon ll).

Jabatan fungsional yang dicapai adalah Peneliti Madya bidang Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi (2001-2005), dan Perekayasa Madya bidang Agroindustri (2011- sekarang).

Eggi Sudjana Jadi Tersangka, BPN: Setiap Protes kepada Pemerintah Diarahkan ke Makar

Disinggung apakah akan melanjutkan ke dunia politik seusai pengunduran diri, pria yang kerap mengisi acara dalam diskusi Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga ini pun menjawab singkat.

Ia mengaku tak ingin terburu-buru terjun di ranah politik.

"Apakah jadi politisi belum terpikir, hehehe," cetusnya.

Ferdinand Hutahaean Setuju Orasi Eggi Sudjana Isyaratkan Makar, tapi Sebaiknya Cukup Ditegur Saja

Ia menyebut, kondisi perpolitikan saat ini tak membuatnya tertarik untuk langsung terjun dunia politik.

Sebab, ia menilai, saat ini para elite politik menyampingkan nilai-nilai moralitas demi merebut kekuasaan.

"Saya selama kondisi politik sekarang kelihatannya saya belum mau belum cocok masuk politik, karena istilah saya moralitas dikesampingkan demi kekuasaan. Itu yang saya tidak suka," beber Said Didu.

Ini Pidato Lengkap Eggi Sudjana Soal People Power yang Membuatnya Jadi Tersangka Kasus Dugaan Makar

Said Didu pun mengungkapkan, dirinya kerap dirayu oleh sejawatnya yang terjun di politik untuk bergabung dalam partai politik. Namun, ia memonolak.

"Jika moralitas jadi fondasi utama mungkin baru saya akan masuk," ujarnya. (Fransiskus Adhiyuda)

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved