Pro-Kontra Penutupan Perlintasan Sebidang di Stasiun Cakung, Yang Nolak Karena Jalur Alternatif 5 Km

Kalau ditutup begini yah harus melambung lebih jauh, bisa lewat flyover (jembatan layang) Penggilingan setelah itu lewat Jalan Sultan Agung

Pro-Kontra Penutupan Perlintasan Sebidang di Stasiun Cakung, Yang Nolak Karena Jalur Alternatif 5 Km
Warta Kota/Rangga Baskoro
Dinas Bina Marga DKI Jakarta berencana membangun fly over di perlintasan sebidang Cakung pada pertengahan tahun untuk mengatasi kemacetan. 

"Kita tentu minta yang terbaik, karena perlintasan di sini sangat memudahkan masyarakat dari Bekasi ke Cakung maupun arah sebaliknya," ungkapnya.

Berbeda dengan Rohman (35), warga setempat yang mendukung dengan penutupan perlintasan sebidang ini.

Kata dia, perlintasan sebidang ini memang mengundang kemacetan bahkan mengular sampai Stasiun Klender Baru yang berjarak sekitar 2 kilometer lebih dari Stasiun Cakung.

"Setiap pagi dan sore kemacetan selalu terjadi di titik ini. Bukan hanya di Jalan I Gusti Ngurah Rai, tapi kemacetan juga terjadi di Jalan Stasiun Cakung," ujar Rohman.

Suasana perlintasan sebidang di dekat Ruko Ampera, Bekasi Timur, Kota Bekasi beberapa waktu lalu. Perlintasan sebidang rawan terjadi kecelakaan, karena tidak dijaga petugas resmi dan sejumlah peralatan yang mendukung untuk mengetahui kedatangan kereta api.
Suasana perlintasan sebidang di dekat Ruko Ampera, Bekasi Timur, Kota Bekasi beberapa waktu lalu. Perlintasan sebidang rawan terjadi kecelakaan, karena tidak dijaga petugas resmi dan sejumlah peralatan yang mendukung untuk mengetahui kedatangan kereta api. (Warta Kota/Fitriyandi Al Fajri)

Menurut dia, kemacetan itu dipicu karena tingginya frekuensi kereta yang melintas di rel setempat. Tidak hanya KRL Commuter Line, namun kereta barang atau kereta penumpang jarak jauh juga melintasi rel kereta ini.

"Saya pernah ngerasain palang pintu perlintasan ini ditutup sampai 15 menit lebih karena ada kereta melintas. Dibukanya palang pintu itupun juga tidak lama, yah hanya beberapa menit kemudian ditutup kembali karena ada kereta lain yang akan melintas," katanya.

Rohman meminta kepada warga lain untuk menyikapi penutupan perlintasan sebidang ini dengan bijaksana.

Sebaiknya pengendara kembali mengkaji rute perjalanannya menyusul penutupan perlintasan ini, agar waktunya tidak terbuang sia-sia di jalan karena kebingungan mencari jalan alternatif.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Wito Karyono
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved