Tidak Hanya Perang Dagang, Amerika Serikat dan China Juga Beradu di Mesin Perang
Tidak Hanya Perang Dagang, Amerika Serikat dan China Juga Beradu di Mesin Perang.
Larangan pre-emptive pada pengembangan mesin perang yang menggunakan kecerdasan buatan yang dikembangkan kedua negara.
Perlombaan senjata dengan kecerdasan buatan akan membuat kondisi yang tidak stabil dan meningkatkan kemungkinan konflik.
WARTA KOTA, PALMERAH--- Memanasnya hubungan antara Amerika Serikat dan China tidak hanya perang dagang.
Akan tetapi persaingan kedua negara ini juga masuk ke urusan militer.
Dilansir dari South China Morning Post yang dikutip Kontan, laporan dari organisasi yang berbasis di Belanda, Pax, menyerukan larangan pre-emptive pada pengembangan mesin perang yang menggunakan kecerdasan buatan yang dikembangkan kedua negara.
• Ditekan Donald Trump, China Punya 3 Senjata untuk Balas Amerika Serikat
"Perlombaan senjata dengan kecerdasan buatan akan membuat kondisi yang tidak stabil dan meningkatkan kemungkinan konflik. Hal tersebut akan memiliki dampak ekonomi, politik dan sosial yang negatif, " tulis laporan itu.
Dalam laporan tersebut menyatakan, pengembangan senjata otonom yang mematikan dan dirancang untuk mempersingkat waktu reaksi.
Membuat serangan lebih tepat sasaran telah membatasi proses pengambilan keputusan terkait penggunaan kekuatan dan meningkatkan risiko korban secara massal.
• Tarif Impor China Dinaikan oleh Trump, China Siap Membalas
Kekuatan militer terkemuka dunia telah banyak berinvestasi dalam kecerdasan buatan dan berusaha mengembangkan senjata otonom seperti drone atau kapal selam, yang dapat mendeteksi target dan menyerang secara otomatis.
Laporan tersebut mencatat bahwa Amerika Serikat menjadikan kecerdasan buatan sebagai prioritas pengembangan dan mendirikan Joint Artificial Intelligence Center pada tahun lalu
Joint Artificial Intelligence Center untuk mengawasi pengembangan teknologi oleh agen pertahanannya.
• Ada 2 Perusahaan Fintech Terancam Dicoret AFPI, Ada Penjelasan dari OJK
Sementara itu China telah mendirikan dua organisasi penelitian besar yang berfokus pada kecerdasan buatan dan sistem tak berawak untuk bersaing dengan AS.
Namun selain kedua negara tersebut, Rusia juga masuk ke dalam daftar negara yang serius mengembangkan senjata dengan kecerdasan buatan.
Laporan tersebut mencatat bahwa Rusia telah menyusun peta jalan untuk mengembangkan teknologi senjata berbasis kecerdasan buatan.
• Pemerintah Fokus Mematangkan Regulasi Fintech, Penjelasan Menkominfo
Daan Kayser, pemimpin proyek senjata otonom Pax, mendesak masyarakat internasional untuk tetap berpegang pada aturan internasional yang jelas yang mengatur penggunaan senjata otonom yang mematikan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/perang-kecerdasan-buatan__99999.jpg)