Tidak Hanya Perang Dagang, Amerika Serikat dan China Juga Beradu di Mesin Perang

Tidak Hanya Perang Dagang, Amerika Serikat dan China Juga Beradu di Mesin Perang.

Tidak Hanya Perang Dagang, Amerika Serikat dan China Juga Beradu di Mesin Perang
thinkstockphotos
Ilustrasi. Memanasnya hubungan antara Amerika Serikat dan China tidak hanya perang dagang. Akan tetapi persaingan kedua negara ini juga masuk ke urusan militer. 

Larangan pre-emptive pada pengembangan mesin perang yang menggunakan kecerdasan buatan yang dikembangkan kedua negara.

Perlombaan senjata dengan kecerdasan buatan akan membuat kondisi yang tidak stabil dan meningkatkan kemungkinan konflik.

WARTA KOTA, PALMERAH--- Memanasnya hubungan antara Amerika Serikat dan China tidak hanya perang dagang.

Akan tetapi persaingan kedua negara ini juga masuk ke urusan militer.

Dilansir dari South China Morning Post yang dikutip Kontan, laporan dari organisasi yang berbasis di Belanda, Pax, menyerukan larangan pre-emptive pada pengembangan mesin perang yang menggunakan kecerdasan buatan yang dikembangkan kedua negara.

Ditekan Donald Trump, China Punya 3 Senjata untuk Balas Amerika Serikat

"Perlombaan senjata dengan kecerdasan buatan akan membuat kondisi yang tidak stabil dan meningkatkan kemungkinan konflik. Hal tersebut akan memiliki dampak ekonomi, politik dan sosial yang negatif, " tulis laporan itu.

Dalam laporan tersebut menyatakan, pengembangan senjata otonom yang mematikan dan dirancang untuk mempersingkat waktu reaksi.

Membuat serangan lebih tepat sasaran telah membatasi proses pengambilan keputusan terkait penggunaan kekuatan dan meningkatkan risiko korban secara massal.

Tarif Impor China Dinaikan oleh Trump, China Siap Membalas

Kekuatan militer terkemuka dunia telah banyak berinvestasi dalam kecerdasan buatan dan berusaha mengembangkan senjata otonom seperti drone atau kapal selam, yang dapat mendeteksi target dan menyerang secara otomatis.

Laporan tersebut mencatat bahwa Amerika Serikat menjadikan kecerdasan buatan sebagai prioritas pengembangan dan mendirikan Joint Artificial Intelligence Center pada tahun lalu

Halaman
12
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved