Sabtu, 18 April 2026

Pemilu 2019

Banyak Saksi Parpol Keberatan, KPUD Akhirnya Kroscek Data DB 1

Keberatan yang disampaikan sejumlah saksi partai politik dalam proses rekapitulasi suara tingkat provinsi kepada Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) D

Wartakotalive.com/Dwi Rizki
Ketua KPUD DKI Jakarta, Betty Epsilon Idrus usai Rapat Pleno Rekapitulasi Suara Tingkat Provinsi DKI Jakarta di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan pada Jumat (10/5/2019). 

Aksi tersebut bermula ketika interupsi disampaikan oleh Wakil Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta, Ahmad Sulhy sesaat KPUD memulai proses rekapitulasi suara tingkat Kotamadya Jakarta Selatan pada sekira pukul 16.00 WIB.

Sulhy meminta agar KPUD menunda proses rekapitulasi suara Kotamadya Jakarta Selatan lantaran belum dilakukannya pencocokan data antara Form DB 1 tingkat Kotamadya Jakarta Selatan dengan Form DA yang berasal seluruh Kecamatan di wilayah Jakarta Selatan.

"Proses pleno perhitungan suara ini tidak standar, sementara kami pun menerima informasi DB 1 akhirnya tidak seragam juga. Akhirnya seperti ini ya, (rekapitulasi suara Kotamadya Jakarta) Selatan baru mau mulai, DB 1 akhirnya terlambat juga, sehingga, proses rekapitulasi yang kita lakukan di internal terganggu juga," ungkap Sulhy.

"Saya pikir ada baiknya, selesaikan (pencocokan data DB 1 dengan DA 1) semua kota, baru kita mulai (rekapitulasi suara tingkat Kotamadya). Karena kita pingin mengetahui dengan pasti apakah DB 1 berkesesuaian dengan DA 1. Untuk itu, berikan kesempatan kepada kita semua untuk mengecek itu (DB 1 terhadap DA 1)," tambahnya.

Menjawab keluhan Sulhy, Ketua KPUD DKI Jakarta, Betty Epsilon Idrus menyebutkan tidak mengerti maksud Form DB 1 yang disebutkan oleh

"Saya tidak mengerti apa Form DB 1-nya sudah diterima oleh saksi semua partai politik, sudah ya? Jam berapa tadi? Jam 04.30 pagi tadi, jadi sekarang sudah pukul 16.25, sudah 12 jam. Jadi ada baiknya karena kita memutuskan untuk lanjut (rekapitulasi suara Kotamadya) Jakarta Selatan, saksi sudah lengkap, kotak sudah di depan, kita lanjut," tegasnya.

Namun keputusan Betty tidak diterima oleh saksi Gerindra. Mereka memutuskan untuk tidak terlibat dalam rekapitulasi suara tingkat Kotamadya Jakarta Selatan apabila permintaan tidak dituruti.

Betty mengaku menghargai keputusan saksi Partai Gerindra, namun dirinya mengembalikan keputusan apakah rekapitulasi suara Kotamadya Jakarta Selatan dilanjutkan atau ditunda kepada para saksi partai, Bawaslu dan pihak lainnya.

"Kita lanjut atau tidak? Lanjut," ungkap Betty menegaskan permintaan para saksi partai politik untuk melanjutkan rekapitulasi suara Kotamadya Jakarta Selatan.

Bersamaan dengan keputusan tersebut, saksi Partai Gerindra pun terlihat meninggalkan ruangan rapat pleno. Walau begitu, mereka mengaku akan kembali datang jika proses rekapitulasi suara Kotamadya Jakarta Selatan selesai dilakukan.

"Kita tidak ingin menjadi saksi dari perhitungan suara yang tidak adil, KPU sudah tidak fair. Seharusnya dicocokan dulu datanya (DB 1 dengan DA 1) sebelum direkap, jangan sebaliknya. Kalau ada kesalahan bagaimana?," ungkap Sulhy.

"Kita hanya Selatan saja yang walk out, untuk rekapitulasi suara Kota lain kami akan datang, tapi harus ditegaskan soal pencocokan data dulu," tambahnya.

Kekhawatiran saksi Gerindra terbukti benar. Terdapat ketidakcocokan data atau kesalahan input terkait jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) seperti yang terjadi pada data DA 1 Kecamatan Pancoran dan DA 1 Cilandak.

"Saya ingatkan ada selisih data, khususnya wilayah Cilandak. Ada salah input kawan-kawan di kecamatan, terkait jumlah DPT, tetapi tidak mempengaruhi jumlah perolehan suara. Karena itu kami meminta waktu, rapat saya minta izin kami skors sampai buka puasa? Tarawih? Kita buka lagi pukul 20.00, selesai pukul 20.30," ungkap Betty menutup rapat. (dwi)

Sumber: WartaKota
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved