Tragedi Boeing 737 Max, Boeing Tahu Ada Masalah di MCAS Sejak Mei 2017
Tragedi Boeing 737 Max, Boeing Tahu Ada Masalah di Sistem MCAS 1 Bulan Sebelum Kejadian.
Boeing sekarang mengakui, para insinyur telah mendeteksi kesalahan sistem peringatan itu bulan Mei tahun 2017.
Hanya beberapa bulan setelah pesawat Boeng 737 MAX mulai dikirim kepada maskapai pembeli.
WARTA KOTA, PALMERAH--- Ternyata perusahaan Boeing Co., sejak lama sudah mengetahui ada kesalahan pada sistem peringatan dini MCAS yang dipasang di pesawat Boeing 737 Max.
Hal itu diungkapkan oleh Boeing dalam pernyataan yang dirilis hari Minggu (5/5/2019).
Akan tetapi informasi tentang masalah itu tidak diteruskan kepada badan pengawas lalu lintas udara yang mengawasi keamanan penerbangan.
• Tanggapan Warren Buffett soal Perang Dagang Antara Amerika Serikat dan China
Boeing sekarang mengakui, para insinyur telah mendeteksi kesalahan sistem peringatan itu bulan Mei tahun 2017.
Hanya beberapa bulan setelah pesawat Boeng 737 MAX mulai dikirim kepada maskapai pembeli.
Setelah masalahnya diidentifikasi, Boeing lalu melakukan pemeriksaan internal yang hasilnya, kesalahan teknis itu "tidak berdampak pada keamanan penerbangan" pesawat tersebut, demikian disebutkan dalam pernyataan yang dirilis Boeing hari Minggu (5/5/2019).
• Semua Penerbangan Tambahan Mudik Lebaran 2019 Tujuan Yogyakarta Dialihkan ke Bandara Baru YIA
Bukan risiko untuk penerbangan
Dalam pernyataannya Boeing mengatakan, jajaran pimpinan perusahaan memang tidak mendapat informasi mengenai pemeriksaan internal yang dilakukan setelah kesalahan teknis itu diidentifikasi.
Para direktur baru mendapat informasi setelah pesawat Boeing 737 MAX Lion Air jatuh ke laut, 29 Oktober 2018.
Tidak ada penumpang pesawat yang selamat dalam kecelakaan itu.
• Fitur Baru Facebook Messenger, Bisa Kirim Pesan ke WhatsApp dan Instagram
Otoritas Penerbangan AS, FAA, juga baru diberitahu tentang kesalahan MCAS sekitar satu minggu setelah jatuhnya Lion Air.
Bulan Desember kembali dilakukan pemeriksaan, yang hasilnya juga menyimpulkan bahwa kesalahan itu tidak menimbulkan risiko penerbangan.
Pada 10 Maret 2019, pesawat Boeing 737 MAX milik Ethiopian Airways jatuh dekat Addis Ababa, hanya beberapa saat setelah lepas landas.