Minggu, 12 April 2026

Yuk Bikin Drainase Vertikal, Berikut Perkiraan Biayanya

Pemerintah Provonsi (Pemprov) DKI Jakarta gencar membuat sumur resapan (drainase vertikal) untuk mengentaskan masalah banjir di Ibu Kota

Editor: Agus Himawan
Warta Kota/Feryanto Hadi
Pembuatan vertical drain atau sumur resapan di Jalan Lenteng Agung Barat RT 015/05, Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Adanya sumur resapan yang dilengkapi tali air ini diharapkan mampu kurangan genangan di kawasan itu saat turun hujan. 

Pemerintah Provonsi (Pemprov) DKI Jakarta gencar membuat sumur resapan (drainase vertikal) untuk mengentaskan masalah banjir di Ibu Kota.

Bahkan Pemprov menyosialisasikan agar seluruh masyarakat ikut berkontribusi membuat drainase vertikal di halaman rumahnya masing-masing.

Namun untuk membangun satu unit drainase vertikal dengan kedalaman tiga meter di dalam tanah, setiap warga harus merogoh kocek sekitar Rp 1,1 juta.

Kepala Seksi Geologi Dinas Perindustrian dan Energi Provinsi DKI Jakarta, Togas Braini, mengatakan estimasi harga tersebut untuk membeli material seperti 24 krat botol, kerikil, pasir, semen, batu split, kasa nyamuk, dan pipa peralon.

Pemprov DKI Bakal Kasih Diskon PBB untuk Warga yang Bikin Drainase Vertikal di Rumahnya

“Perkiraan biaya bervariatif tergantung harga krat botol. Soalnya di setiap warung jual krat itu berbeda-beda ada yang jual Rp 10.000 bahkan ada yang jual sampai Rp 25.000 satunya,” ujar Togas di JSC Hive, Kuningan Jakarta Selatan, Kamis (2/5/2019).

Sementara, jika luas bangunan rumah tidak terlalu besar, warga bisa membuat drainase vertikal dengan kedalaman hanya satu meter.

Tentunya estimasi kocek yang harus dikeluarkan lebih kecil, yakni sekitar Rp 500.000 sampai Rp 600.000.

"Ya .. kalau yang semeter segitu estimasinya, karena cuma butuh 12 krat botol, tapi balik lagi tergantung harga krat bekas yang dijual,” kata Togas.

Togas pun menjelaskan langkah-langkah membuat drainase vertikal di halaman rumah.

Pertama gali tanah dengan kedalaman satu sampai tiga meter kedalam, lalu tumpuk krat botol bekas. Selanjutnya masukan pasir, tutup dengan mesh atau kasa nyamuk, dan timbun dengan batu split dan semen.

Digadang-gadang Bisa Atasi Banjir, Drainase Vertikal Buatan Anies Dinilai Gagal

Togas meyakini,  jika Pemprov DKI Jakarta berhasil mencapai target membuat 1.8 juta drainase vertikal di Ibu Kota, tak akan lagi ada genangan apalagi banjir dimusim hujan.

"Pemprov DKI Jakarta menargetkan 1.8 juta drainase vertikal, idealnya kalau itu tercapai tidak ada genangan lagi atau Zero run off seperti pak Gubernur (Anies) bilang," kata Togas.

Sedangkan, diketahui Dinas PE sendiri menargetkan tahun 2019 ini bakal membuat 1.330 titik drainase vertikan di empat wilayah Ibu Kota yakni Jakarta Timur, Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Barat.

Namun melihat fenomena banjir kemarin yang mengepung Jakarta Timur dan Jakarta Selatan, menurut Togas dua wilayah inilah yang akan lebih difokuskan atau diperbanyak titik pembuatan drainase vertikal.

Simpan air bersih

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved