Kasus Ratna Sarumpaet

Tompi Sempat Tawarkan Bantuan Gratis kepada Ratna Sarumpaet Lewat Perantaraan Glenn Fredly

Tompi mengaku sempat menawarkan bantuan kepada Ratna Sarumpaet, setelah berita penganiayaan merebak.

Tompi Sempat Tawarkan Bantuan Gratis kepada Ratna Sarumpaet Lewat Perantaraan Glenn Fredly
TRIBUNNEWS/VINCENTIUS JYESTHA
Penyanyi sekaligus dokter bedah plastik, Tompi, sebelum bersaksi dalam sidang lanjutan kasus penyebaran berita bohong alias hoaks dengan terdakwa Ratna Sarumpaet, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (23/4/2019). 

Akun Instagram @citwul pun mencoba untuk menyamakan latar belakang foto Ratna Sarumpaet tersebut dengan sebuah rumah sakit kencantikan di Jakarta Pusat.

Ternyata memang latar belakang dinding pada foto Ratna Sarumpaet tersebut identik dengan latar belakang dinding RSK Bedah Bina Estetika yang terletak di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.

"Jangan dilihat wajahnya, cukup amati wallpapernya gaess. Inikah contoh pembengkakan pasca oplas (operasi plastik)," tulis @citwul.

Dokter Bedah Plastik Angkat Bicara

Tak hanya warganet, seorang penyanyi sekaligus dokter spesialis bedah plastik, Tompi, pun ikut angkat bicara.

Tompi menganalisa wajah lebam Ratna Sarumpaet yang tersebar luas di media sosial tersebut. Dirinya melihat bahwa wajah lebam Ratna Sarumpaet lebih seperti wajah pasca-operasi.

"Gilaaaaa menjadikan bengkak operasian sebagai akibat di keroyok massa!!! Mrk sedang membodohi diri sendiri. Dan kita rakyat tertipu dan terbawa amarah. Ini contoh bagus bagaimana oknum politisi memainkan jurus2" tulis akun Twitter @dr_tompi.

Sepuluh Polisi Gugur Saat Amankan Pemilu 2019, Ini Identitas Mereka

Tompi menjelaskan bahwa pada operasi bedah plastik, pastinya akan meninggalkan bekas sayatan, namun bekas tersebut bisa disembunyikan.

"Setiap operasi dg sayatan pasti akan meninggalkan Bekas. Op bedah plastik itu bukan TDK BERBEKAS, Tp bs disembunyikan BEKAS nya. Jd kl org di op tp gak ngaku bisa aja. Tp bekas nya akan berbicara," tulisnya.

"Kl operasi kantung mata sayatannya di bawah bulu mata, melebar sedikit ke ujung sisi kanan kiri. Biasanya kl diliat jarak deket sekali baru akan paham ada bekas patut garis halussssss. Kl liatnya jarak baca gak kliatan. Apalagi pake mata awam. Apalgi liat foto pake apps beauty," tambahnya.

Deklarasi Kemenangan Capres-cawapres Bukan Pelanggaran Pemilu, Bawaslu Minta Dua Kubu Menahan Diri

Wajah Ratna Sarumpaet Sarumpaet sendiri terlihat lebam di mata dan beberapa sudut wajahnya, yang identik dengan bekas pasca-operasi kantung mata dan face lift.

"Kl operasi facelift biasanya sayatannya di sekitar depan telinga di batas garis rambut sampai blakang telinga. Bekasnya yg baik itu halussss banget," jelas Tompi.

"Bekas operasi itu namanya parut. Parut itu gak lansung “halus” ada fase awal namanya parut muda, bs bbrp bulan sejak abis op. Biasanya kemerahan, gatel, menimbul sedikit. Awam menyebutnya keloid padahal bukan. Keloid beda dengan parut muda atau bahkan parut jelek," sambungnya. 

Utusan yang Dikirim Jokowi untuk Temui Prabowo Ternyata Luhut Panjaitan

Foto Ratna Sarumpaet dengan wajah bengkak bahkan memicu pertikaian antara Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah dan Tompi.

Hal tersebut bermula dari postingan Dahnil Anzar Simanjuntak atau yang akrab disapa Anin, Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, lewat akun twiter @Dahnilanzar pada Selasa (2/10/2018). Dalam statusnya, Dahnil mengunggah potret pertemuan antara Calon Presiden (Capres) Prabowo Subianto dengan Ratna Sarumpaet

"Sore tadi Pak @prabowo sudah bertemu dengan bu @RatnaSpaet terkait dengan pernyataan resmi dan keprihatinan Pak Prabowo, kami akan sampaikan di Kertanegara hari ini," tulis Dahnil.

Begini Cara Lembaga Survei Hitung Cepat Pemilu 2019, Biasanya Hasilnya Takkan Beda Jauh dari KPU

Status tersebut pun dibagikan ulang oleh Fahri Hamzah lewat akun twitter @fahrihamzah. Fahri Hamzah menyebut pembiaran kasus dugaan penganiayaan Ratna Sarumpaet sama saja menistakan Ibu pertiwi.

"Mau menasihati agar ibu Ratna tegar apalah kita ini...umur beliau 70 tahun...kita belum tentu setegar beliau...tapi diam dengan keadaan ini adalah durhaka kepada Ibu pertiwi... #SaveDemokrasi," tulisnya.

Pernyataan Fahri Hamzah lantas disanggah oleh Tompi lewat akun @dr_tompi. Tompi mengingatkan Fahri Hamzah untuk memeriksa informasi secara lengkap.

Dokter Perintahkan Sandiaga Uno Bed Rest Dua Hari, Mien Uno: Tuh Dengar, Harus Istirahat

"Bang fahri, kl boleh saran Cek info yg masuk pak. Jgn telen aja. Ingat Tuhan. Jgn ingat pilpres ajaa," tulis Tompi.

Pernyataan Tompi pun dipertanyakan oleh Fahri Hamzah, khususnya sejumlah kicauan Tompi terkait luka dalam potret Ratna Sarumpaet di rumah sakit yang dianggap sebagai luka bekas operasi plastik.

"Tapi anda harus membatasi diri, Anda buka ahli foto atau digital forensik...anda dokter bedah kulit setahu saya...ada yg kulitnya rusak karena dianiaya seperti ibu @RatnaSpaet dan ada yg seperti pasien anda yg ingin nampak lebih cantik. belajar bedain itu aja dl dok," tulis Fahri Hamzah.

Tantang Prabowo Buka Data Internal, Persepi: Ini Bukan Abal-abal Atau Aktivitas Menipu Pinguin!

Hal itu dibuktikannya lewat potret Ratna Sarumpaet yang bertemu dengan calon presiden Prabowo Subianto, Wakil Ketua DPR Fadli Zon, dan Profesor Universitas Gadjah Mada Amien Rais, di kediaman Ratna Sarumpaet di Kampung Melayu, Jakarta Timur, Selasa (2/10/2018).

Dalam potret tersebut, keempatnya tengah berbincang di sebuah ruang tamu. Terlihat Ratna Sarumpaet yang duduk di antara mereka tengah murung, sedangkan Prabowo Subianto, Fadli Zon, dan Amien Rais, terlihat memasang wajah serius.

"Pak @dr_tompi yg baik, Ada beberapa orang; calon presiden, profesor UGM, wakil ketua @DPR_RI dan beberapa orang duduk di depan seseorang yang anda sebut habis operasi kecantikan. Namanya ibu @RatnaSpaet . Pantaskah dia murung? Pantaskah dia cemas dan tegang?' tulis Fahri Hamzah.

Mahfud MD Bilang Deklarasikan Diri Sebagai Presiden Tak Langgar Hukum, Asal Jangan Lakukan Hal Ini

"Sebagai dokter @dr_tompi bedah plastik, pasti anda pernah menjahit luka orang yang kena musibah atau kecelakkan. Pasti anda tau bedanya dengan yang datang untuk mempercantik wajahnya. Pasti bukan perempuan berumur 70 tahun bukan?. Buat apa?" Tambah fahri Hamzah.

Ratna Sarumpaet didakwa oleh JPU telah membuat kegaduhan akibat menyebarkan berita bohong, yang menyatakan dirinya dianiaya sekelompok orang.

Akibat perbuatannya, Ratna Sarumpaet didakwa melanggar pasal 14 ayat (1) UU No 1 Thn 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana, atau dakwaan kedua pasal 28 ayat (2) jo 45A ayat (2) UU No 19 Thn 2016 tentang Perubahan atas UU No 11 Thn 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. (Vincentius Jyestha)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved