Properti

Harga di Bawah Rp 250 Juta, Klaster Ruby Permata Mutiara Maja Tawarkan Rumah Subsidi Plus Komersil

Tahun 2019 ini pengembang perumahan Permata Mutiara Maja menargetkan penjualan sebanyak 1.000 unit rumah subsidi dan 450 unit komersil.

Harga di Bawah Rp 250 Juta, Klaster Ruby Permata Mutiara Maja Tawarkan Rumah Subsidi Plus Komersil
Dok. Permata Mutiara Maja
Ruby merupakan klaster keenam di Permata Mutiara Maja, Lebak, Banten yang dikembangkan di lahan seluas 6 hektar dan akan berisi sekitar 450 unit rumah. 

"Selain itu kami juga membangun konsep rumah sederhana plus komersil di klaster Ruby ini," imbuhnya.

Daniel mengklaim rumah di klaster terbaru ini tergolong ke dalam Rumah Sederhana (RS) Plus yang memberikan elemen real estate.

Harga per unitnya rata-rata masih di bawah Rp 250 juta.

Kawasan Megapolitan Maja

STASIUN Maja, Lebak, Banten
STASIUN Maja, Lebak, Banten (Citra Maja Raya)

Cornelius Widjaja Direktur PT BNIP menambahkan, potensi mencapai target penjualan akan tinggi.

Hal itu mengingat Permata Mutiara Maja berada di kawasan megapolitan Maja sebagai kawasan yang sedang berkembang pesat, khususnya karena Maja merupakan salah satu bagian program pemerintah MP3EI (Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia).

Lokasi hunian itu sendiri berjarak sekitar 800 meter dari Stasiun Commuterline (KRL) Maja, dan terkoneksi dengan jalan utama yakni Jalan Raya Maja dan Jalan Raya Kopo – Maja.

Dari total lahan 200 hektar, proyek yang dikembangkan sejak akhir 2015 ini sudah terbangun 50 hektar.

"Rumah yang sudah terjual ada 2000-an unit dan terbangun sebanyak 1.200 unit. Sekarang ini 35 persen sudah dihuni," ucap Cornelius.

Dia mengatakan, untuk rumah bersubsidi RSH – FLPP dipasarkan sesuai harga yang ditetapkan pemerintah pada 2018, yakni Rp 130 juta. Sementara itu, RSH – Komersil dipasarkan mulai Rp 160 juta hingga Rp 267 juta.

Pengembangan perumahan ini ditargetkan selesai dalam waktu 5-6 tahun ke depan.

"Saya yakin akan semakin ramai penghuninya, karena potensi pertumbuhan ekonomi di Maja sangat besar. Penghuni di kota baru ini kan masih sebagian besar kerja di Jakarta dan Serpong," tutur Cornelius lagi. 

Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved