Penembakan di Selandia Baru

Pengakuan Brenton Tarrant Ngaku Bahagia Berondong Tembakan dan Siaran Live Facebook

Pengakuan pelaku penembakan brutal di dua masjid di Christchurch, Brenton Tarrant bahagia tembak mati umat muslim dengan. live streaming di Facebook.

ISTIMEWA
Brenton Tarrant (28), pria asal Australia yang disebut sebagai pelaku penembakan brutal di dua masjid di Kota Christchurch, Selandia Baru, Jumat (15/3/2019). 

Dia juga mengatakan itu untuk membalas dendam untuk Ebba Akerlund, anak berusia 11 tahun yang terbunuh dalam serangan teror 2017 di Stockholm.

Ia menganggap serangan Stockholm sebagai "peristiwa pertama" yang menginspirasinya untuk melakukan serangan, terutama untuk kematian gadis berusia 11 tahun itu.

“Ebba (sic) kematian di tangan para penjajah, penghinaan atas kematiannya yang kejam dan ketidakmampuan saya untuk menghentikannya menerobos sinisme saya sendiri seperti palu godam. Saya tak bisa lagi abaikan lagi serangan itu," katanya.

Dia mengatakan serangan itu juga terinspirasi oleh perjalanan yang dia lakukan ke Prancis pada 2017.

Ebba Akerlund (11) korban serangan teror di Stokholm (Supplied)

“Selama bertahun-tahun saya telah mendengar dan membaca invasi Prancis oleh orang-orang non-kulit putih, banyak rumor dan cerita yang saya yakini berlebihan, dibuat untuk mendorong narasi politik.

“Tetapi begitu saya tiba di Prancis, saya menemukan kisah-kisah itu tidak hanya benar, tetapi juga sangat meremehkan. Di setiap kota Prancis, di setiap kota Prancis, para penjajah ada di sana. ”

Masa kecil Brenton Tarrant sebagai anak yang hidup teratur dan tak bermasalah namun tercatat Brenton Tarrant juga tak lulus sekolah.

Brenton Tarrant mengatakan ia juga menjalani hidup dari uang penghasilan di Bitconnect.

Kasatpol PP DKI Sebut Tugas Satpol PP Bukan Pekerjaan yang Sederhana

VIDEO: Menyusuri Bioskop Grand Theater Senen yang Kumuh dan Menyeramkan

Romahurmuziy Kena OTT KPK, TKN: Tidak Berkait dengan Pilpres 2019

Tarrant mengatakan dia tidak merasa menyesal atas serangan itu. "Saya hanya berharap saya bisa membunuh lebih banyak penjajah, dan lebih banyak pengkhianat juga." Dia juga mengatakan ada "komponen rasial untuk serangan itu" dan menggambarkannya sebagai "anti-imigrasi" dan "serangan atas nama keanekaragaman" .

Dia juga mengatakan dia akan mengaku tidak bersalah jika dia selamat dan pergi ke pengadilan.

Posting di forum 8chan, pengguna yang mengidentifikasi dirinya sebagai Tarrant mengumumkan dia akan melakukan serangan itu.

"Saya akan melakukan dan menyerang terhadap penjajah, dan bahkan akan hidup streaming serangan melalui facebook," tulisnya, dengan tautan ke halaman Facebook-nya. "Jika aku tidak selamat dari serangan itu, selamat tinggal, Tuhan, dan aku akan melihat kalian semua di Valhalla!"

Banyak pengguna anonim menanggapi memuji dia atas serangan itu, dengan komentar seperti "Godspeed" dan "video itu sangat bagus".

Duta Besar Membenarkan Penembakan

Saat dikonfirmasi oleh Tribunnews, Tantowi Yahya selaku Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Selandia Baru, Samoa dan Tonga membenarkan adanya aksi penembakan tersebut.

Dubes Tantowi Yahya menjelaskan dua WNI yang menjadi korban penembakan masjid di Selandia Baru. WNI itu adalah ayah dan anaknya ketika salah jumat.

Politikus Partai Golkar tersebut belum bisa memastikan apakah ada warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban dalam peristiwa penembakan brutal di Christchurch, Selandia Baru.

Penembakan  brutal terjadi di dua masjid di Kota Christchurch, Selandia Baru, Jumat (15/3/2019) waktu setempat.

Dua WNI yang dimaksud adalah ayah dan anaknya yang sedang ikut melaksanakan salat Jumat.

"Kami mendapat informasi itu saat istrinya mengabarkan kepada kami," ungkap Tantowi Yahya kepada tribunnews.com.

Tantowi menjelaskan, kondisi dua WNI yang dimaksud kritis karena terkena tembakan berkali-kali.

Kini, keduanya sedang dalam perawatan di ruang ICU di Rumah Sakit setempat.

 VIDEO: Begini Detik-detik Rommy Ketua P3 Ditangkap KPK, Pakai Topi dan Masker

 Saksi Mata: Penyidik KPK dan Ketua Umum PPP Romahurmuziy Kejar-kejaran di Lobi Hotel Bumi Surabaya

 Terbongkar! Jokowi Sekamar Dengan Orang Ini Usai Ditunjuk Maju Pilgub DKI Jakarta, Bukan Iriana

"Informasi dari istrinya kondisinya kritis dan kini sedang mendapatkan perawatan di Christchurch, Selandia Baru. Namanya masih kami rahasiakan untuk privacy. Mereka baru saja pindah ke Selandia Baru dan tinggal di Kota Christchurch, sejak 15 Januari lalu," Tantowi menjeaskan.

"Kami belum mendapat informasi lengkap, pekerjaannya di sini (Selandia Baru). Sampai saat ini kami masih mencari informasi lebih lanjut pascapenembakan brutal itu," Tantowi menegaskan.

Siapa nama WANI korban penembakan di masjid di Australia? Tantowi masih merahasiakannya. 

Berdasarkan informasi yang beredar di media sosial, nama salah satu korban adalah Zulfirman Syah.

Berdasarkan informasi yang beredar di media sosial, salah satu WNI korban penembakan di Selandia baru bernama Zulfirman Syah.

Berdasarkan penelusuran di media sosial, akun Facebok Zulfirman Syah adalah alumnus Institut Seni Indonesia Yogyakrata atau dikenal dengan ISI Jogja.

Pada dinding Facebooknya, terdapat informasi bahwa Zulfirman Syah berasal dari Padang, Sumatera Barat. Dia tinggi kota Christchurch, Selandia Baru (New Zealand).

Menteri Luar Negeri: WNI Jadi Korban

Enam warga negara Indonesia diketahui berada di dalam Masjid Al-Noor, Christchurch, Selandia Baru saat insiden penembakan terjadi pada Jumat (15/3/2019) siang waktu setempat.

Hal tersebut dinyatakan Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi kepada wartawan di Indonesia, seperti yang dikutip dari sejumlah media.

"Tiga warga negara Indonesia berhasil melarikan diri dan sudah bisa melakukan kontak," ujarnya.

 Korban Pesawat Ethiopian Airlines Jatuh Masih Pegang Paspor Indonesia Meski Lama Tinggal di Roma

Kepada ABC, Kedutaan Besar RI KBRI Wellington di Selandia Baru mengonfirmasi pernyataan Retno dan mengatakan pihaknya akan terbang ke Christchurch untuk berkoordinasi.

KBRI Wellington juga mengimbau agar masyarakat Indonesia di kawasan Selandia Baru, Samoa, dan Kerajaan Tonga agar waspada dan aktif memantau perkembangan pemberitaan media.

Mereka juga telah membuka saluran komunikasi soal keberadaan masyarakat Indonesia yang terdampak dari insiden tersebut. Diketahui saat ini ada sekitar 331 orang WNI yang tinggal di Christchurch dan 134 di antaranya adalah pelajar.

 Menhub Terjunkan Tim untuk Observasi dan Teliti Pesawat Boeing 737 Max 8 di Indonesia

Sementara itu, kepolisian Selandia Baru belum dapat memastikan berapa jumlah pasti korban tewas dalam insiden penembakan tersebut karena kawasan Christchurch saat ini sedang ditutup dan warga diminta tidak keluar.

Kepala Kepolisian Selandia Baru, Mike Bush dalam pernyataannya secara langsung di televisi mengonfirmasi empat orang sudah ditahan yang terdiri atas tiga laki-laki dan satu perempuan. 

"Rinciannya akan terungkap dalam beberapa hari ke depan," kata Mike saat ditanya apakah keempat orang ini sudah dikenal oleh polisi sebelumnya.

 Perguruan Tinggi yang Mahasiswanya Sedikit Bakal Digabung, Sekarang Diminta Sukarela, Nanti Dipaksa

Menanggapi video yang beredar di dunia maya, pihak kepolisian belum bisa memverifikasi dan mengatakan mereka akan terus berupaya menurunkan video dari situs. "Ini sangat mengganggu tidak seharusnya tidak boleh berada dalam domain publik," ujarnya.

Mike meminta warga agar tidak menganggap bahaya ancaman sudah hilang. Hingga Jumat sore waktu setempat, kepolisian Selandia Baru juga meminta agar seluruh masjid di Selandia Baru ditutup dan mengimbau agar tidak warga tidak mengunjunginya.

Anak dan Ayah Warga Indonesia Jadi Korban Penembakan di Selandia Baru

Sebelumnya diberitakan, Duta Besar Indonesia untuk Selandia Baru Tantowi Yahya memastikan dua warga negara Indonesia (WNI) menjadi korban penembakan Christchurch Selandia Baru. 

20180219 Tantowi Yahya
20180219 Tantowi Yahya (warta kota/nur ichsan)

Penembakan  brutal terjadi di dua masjid di Kota Christchurch, Selandia Baru, Jumat (15/3/2019) waktu setempat.

Dua WNI yang dimaksud adalah ayah dan anaknya yang sedang ikut melaksanakan salat Jumat.

"Kami mendapat informasi itu saat istrinya mengabarkan kepada kami," ungkap Tantowi Yahya kepada tribunnews.com.

Tantowi menjelaskan, kondisi dua WNI yang dimaksud kritis karena terkena tembakan berkali-kali.

Kini, keduanya sedang dalam perawatan di ruang ICU di Rumah Sakit setempat.

"Informasi dari istrinya kondisinya kritis dan kini sedang mendapatkan perawatan di Christchurch, Selandia Baru. Namanya masih kami rahasiakan untuk privacy. Mereka baru saja pindah ke Selandia Baru dan tinggal di Kota Christchurch, sejak 15 Januari lalu," Tantowi menjeaskan.

"Kami belum mendapat informasi lengkap, pekerjaannya di sini (Selandia Baru). Sampai saat ini kami masih mencari informasi lebih lanjut pasca penembakan brutal itu," Tantowi menegaskan. (*)  

Penulis: Panji Baskhara
Editor: Panji Baskhara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved