Penembakan di Selandia Baru

Pengakuan Brenton Tarrant Ngaku Bahagia Berondong Tembakan dan Siaran Live Facebook

Pengakuan pelaku penembakan brutal di dua masjid di Christchurch, Brenton Tarrant bahagia tembak mati umat muslim dengan. live streaming di Facebook.

Penulis: PanjiBaskhara | Editor: PanjiBaskhara
ISTIMEWA
Brenton Tarrant (28), pria asal Australia yang disebut sebagai pelaku penembakan brutal di dua masjid di Kota Christchurch, Selandia Baru, Jumat (15/3/2019). 

Brenton Tarrant diketahuui melakukan serangan untuk secara langsung untuk mengurangi tingkat imigrasi ke tanah-tanah Eropa.

Polisi di Christchurch melakukan pengamanan di lokasi penembakan brutal di masjid (Mark Baker/Associated Press)

Perdana Menteri Australia Scott Morrison membenarkan bahwa seseorang yang ditahan adalah warga negara Australia, yakni Brenton Tarrant.

Brenton Tarrant kini disebut sebagai teroris ekstremis dan kejam.

Postingan foto di akun Twitter Brenton Tarrant menunjukkan seorang korban serangan teror Bastille Day 2016 di Nice.

Foto yang diposting Brenton Tarrant merupakan karya seorang fotografer terkenal terkenal oleh dari Reuters, Eric Gaillard.

Petugas tengah mengangkut korban luka dan korban tewas di lokasi penembakan di Christchurch (Martin Hunter/SNPA, via Reuters)

Foto itu menurut Brenton Tarrant  melambangkan pembantaian Hari Bastille ketika 84 orang yang sedang liburan di sebuah truk, sama seperti dikutip Reuters.

Menurut Brenton Tarrant sendiri foto itu menggambarkan serangan menjijikkan dan menjadi alasan Brenton Tarrant sendiri untuk “menunjukkan kepada penjajah bahwa tanah kita tidak akan pernah menjadi tanah mereka (Penjajah), tanah air kita adalah milik kita sendiri dan bahwa, selama orang kulit putih masih hidup, mereka tidak akan pernah menaklukkan tanah kita dan mereka tidak akan pernah menaklukkan tanah kita dan mereka tidak akan pernah menaklukkan tanah kita,"

Brenton Tarrant mengungkapkan apabila telah merencanakan serangan dua tahun dan memutuskan untuk bisa menyerang dua masjid di Christchurch tiga bulan lalu.

Dia mengatakan Selandia Baru bukan "pilihan untuk menyerang", tetapi menggambarkan Selandia Baru sebagai "sasaran kaya lingkungan seperti di tempat lain di Barat".

"Sebuah serangan di Selandia Baru akan memusatkan perhatian pada kebenaran serangan terhadap peradaban kita, bahwa tidak ada tempat, di dunia ini aman, para penyerbu berada di semua tanah kita, bahkan di daerah-daerah terpencil di dunia dan bahwa teh tidak ada tempat lagi yang aman dan bebas dari imigrasi massal. ” ujar Brenton Tarrant.

Ia juga mengklaim dirinya mewakili "jutaan orang Eropa dan bangsa-bangsa etno-nasionalis lainnya", dia berkata "kita harus memastikan keberadaan rakyat kita, dan masa depan untuk anak-anak kulit putih".

Penyerangan dilakukan Brenton Tarrant merupakan serangan itu sebagai tindakan "balas dendam pada penjajah atas ratusan ribu kematian yang disebabkan oleh penjajah asing di tanah Eropa sepanjang sejarah ... untuk perbudakan jutaan orang Eropa yang diambil dari tanah mereka oleh budak Islam ... (dan) untuk ribuan nyawa Eropa yang hilang karena serangan teror di seluruh tanah Eropa."

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved