Pemerintah Amerika Serikat Berpotensi Gagal Bayar Utang, Rupiah Ikut Melemah

Pemerintah Amerika Serikat berpotensi gagal bayar utang, rupiah ikut melemah terhadap dolar AS.

Pemerintah Amerika Serikat Berpotensi Gagal Bayar Utang, Rupiah Ikut Melemah
Istimewa
ILUSTRASI Dolar AS 

Pemerintah Amerika Serikat berpotensi gagal bayar utang, rupiah ikut melemah terhadap dolar AS.

WARTA KOTA, PALMERAH--- Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Rabu (27/2/2019) sore, terkoreksi 38 poin menjadi Rp 14.030 per dolar AS dari sebelumnya Rp 13.992 per dolar.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah terkena pengaruh dari Amerika Serikat berpotensi gagal bayar.

"Potensi gagal bayar utang yang jatuh tempo, mengakibatkan indeks dolar kembali menguat," kata analis sekaligus Direktur Utama PT Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi, seperti dilansir Antaranews.com.

Perang Tarif Ojek Daring Dinilai Bisa Ancam Industri Digital

Bank Sentral AS The Federal Reserve atau The Fed buka suara mengenai kemungkinan pemerintah gagal membayar utangnya.

Pernyataan The Fed itu disampaikan saat kongres tengah bergulat membahas kemungkinan menaikkan jumlah utang yang dapat dipikul pemerintah Amerika Serikat.

Pada 12 Februari 2019, utang pemerintah AS sudah mencapai 22,15 triliun dolar AS, dibandingkan pekan sebelumnya yaitu 21,9 triliun dolar AS.

"Batas atas pinjaman belum jelas. Sejak Obama sampai Trump, batas atas pinjaman tidak jelas. Sedangkan utang luar negeri AS sudah mencapai 22,15 triliun dolar," kata Ibrahim.

Lowongan Pekerjaan Banyak Dicari di Perusahaan Rintisan dan Industri Digital

Selain itu, tingginya risiko di perekonomian global, seperti perlambatan di Eropa dan China, mendorong pelaku pasar untuk menjadikan dolar AS sebagai bunker perlindungan.

"Dolar AS ternyata masih menjadi darling pelaku pasar, meski tanpa dukungan kenaikan suku bunga acuan seperti tahun lalu," katanya.

Kemudian, kata Ibrahim, naiknya harga minyak juga memberikan sentimen negatif terhadap nilai tukar rupiah sebab biaya impor minyak akan membengkak.

"Padahal Indonesia adalah negara net importir minyak, mau tidak mau harus ada impor untuk memenuhi kebutuhan karena produksi dalam negeri yang tidak memadai," kata Ibrahim.

Hal itu, kata Ibrahim, akan membuat pasokan devisa terkuras dan rupiah tidak punya modal untuk menguat.

"Fondasi rupiah menjadi rapuh sehingga rentan terdepresiasi," kata Ibrahim.

Mitsubishi Recall Delica dan Outlander Sport di Indonesia

Nilai tukar (kurs) rupiah pada pagi hari sebenarnya dibuka menguat Rp 13.985 dolar AS.

Halaman
123
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved