Rabu, 20 Mei 2026

Warga Simpan Benda-benda dari Situs Buni Pasar Emas Bekasi yang Tidak Dapat Perhatian Pemerintah

Kini benda-benda itu dijaga dan disimpan di rumah Sakiudin, anak penemu pertama kali benda dari Situs Buni Pasar Emas tersebut.

Tayang:
Penulis: Muhammad Azzam |
Warta Kota/Muhammad Azzam
Atika menunjukkan benda-benda yang ditemukan di Situs Buni Pasar Emas, Desa Muara Bakti, Babelan, Kabupaten Bekasi. 

WARTA KOTA, BEKASI --- Situs Buni Pasar Emas di Jalan Raya Kampung Pasar Emas, Desa Muara Bakti, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, tidak mendapat perhatian dari pemerintah.

Warga setempat, Atika (60),  mengaku bahwa situs tersebut memiliki benda-benda peninggalan dari zama 2.000 sebelum masehi hingga Kerajaan Tarumajaya.

Kini benda-benda  itu dijaga dan disimpan di rumah Sakiudin, anak penemu pertama kali benda dari Situs Buni Pasar Emas tersebut.

Namun, sejak Sakiudin meninggal tahun 2018. Atika--istri Sakiudin--yang menjaga benda-benda itu.

Sesekali benda-benda itu dikeluarkan jika ada tamu yang datang ingin melihatnya.

Selain melihat benda-benda tersebut,  tamu juga kerap bertanya tentang asal muasal Situs Buni Pasar Emas.

Ketika Situs Buni Pasar Emas Diburu Pencari Perhiasan Emas dari Zaman Kerajaan Tarumajaya

Waktu istirahat Atika pun dipakai untuk menjelaskan kepada para tamu yang datang ke rumahnya.

"Keganggu mah sudah biasa. Tapi ini kan amanah suami untuk terus jaga benda ini dan pertahankan sejarah benda ini. Kalau ada yang tanya tentang sejarah ya kita jawab," kata Atika kepada Warta Kota.

Namun, kata Atika, seharusnya Situs Buni ini dibuatkan museum sehingga benda-benda bersejarah ini bisa terpajang rapi dan lebih terjaga.

Ketika  ada pengunjung, maka mereka bisa melihatnya dengan mudah.

Atika mengungkaokan, Situs Buni  Pasar Emas seharusnya dilindungi dan mendapatkan perhatian pemerintah daerah dan pusat.

Alasannya. benda-benda yang ditemukan ini telah terdaftar atau sesuai dengan benda-benda zaman dahulu yang ada di Museum Nasional Indonesia.

Namun, situs itu belum diakui sebagai situs cagar budaya. Kini, keadaannya sangat mengkhawatirkan dan semakin tergerus pembangunan industri sekitarnya.

Dia sangat menyayangkan jika situs itu hilang ditelan waktu dan zaman.

"Ya masa harus hilang begitu saja, padahal kalau situs ini dikembangkan bisa jadi daya tarik pengunjung," ucapnya.

Warga Babelan Girang saat Mendengar Kabar Jalan Babelan Bakal Diperbaiki Pemkab Bekasi

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved