Jumat, 1 Mei 2026

Anak-anak Rentan Terkena Demam Berdarah, Begini Cara Pencegahannya

Dari awal tahun hingga 31 Januari 2019, kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Indonesia telah mancapai 15.132 kasus, 145 jiwa di antaranya meninggal d

Tayang:
Penulis: |
Warta Kota
Ilustrasi nyamuk demam berdarah dangue. 

Kondisi lain yang harus segera dibawa ke rumah sakit, ketika terjadi demam,  orangtua melihat  kondisi Buang Air Besar (BAB) dan Buang Air Kecil (BAK) nya. 

Seharusnya anak sudah harus BAK tiap 3-4 jam.

Bila di rentang waktu tersebut, diapers anak atau bayi masih kering, anak berisiko dehidrasi.

Apalagi ketika demam tiga hari lalu panasnya turun tapi anak justru tidur saja dan lemas, harus segera ke rumah sakit.

“Begitu demamnya turun tapi anak malah tidur dan lemas dan tidak mau minum harus segera ke rumah sakit agar tidak dehidrasi. Karena bila dehidrasi, kondisi DBD nya akan bertambah berat dan menimbulkan shock. Ketika sudah dehidrasi, akan sulit untuk memasukan infus padahal tubuh harus terhidrasi,” kata  Dr Mulya Rahma Karyanti SpA(K) MSc saat menjadi pembicara di seminar awam dan media Demam Berdarah Tak Kunjung Musnah, Mengapa?  di Auditorium Gedung Imeri, Rabu (13/2/2019).

Dr Mulya Rahma Karyanti dari Divisi Infeksi dan Pediatri Tropik Departemen Ilmu Kesehatan Anak Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo-Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Ia  menjelaskan, ketika anak mengalami demam selama tiga hari berturut-turut, harus segera dilakukan pemeriksaan darah untuk melihat besaran trombosit dan hemotrokitnya.

Biasanya bila trombositnya turun dibawah 100 ribu, disarankan untuk  dirawat. 

Apalagi disertai perdarahan seperti muntah, berak darah, tinja berwarna hitam, mimisan atau gusi berdarah.

“Dari penelitian, bila trombosit dibawah 100 ribu,  rentan mengalami kebocoran plasma dan menimbulkan shock. Sehingga pasien dengan trombosit dibawah 100 ribu perlu pengawasan ketat,” ujar dokter Leonard.

Anak Jangan Diajak Menjenguk

Menurut dokter Karyanti, cara penularan DBD adalah melalui nyamuk, bukan secara langsung antar manusia. Sehingga tidak ada penularan penyakit DBD dari yang sakit ke anak sehat kecuali dengan perantara nyamuk aedes.  

Namun, anak-anak tidak disarankan untuk menjenguk temannya yang terkena DBD. Apalagi sang teman dirawat di RS.

“Anak-anak dibawah usia 12 tahun tidak dianjurkan untuk  menjenguk orang sakit termasuk temannya yang terkena DBD. Apalagi yang dirawat di RS. Jangan ikut jenguk. Rumah sakit bukan tempat liburan, karena rumah sakit juga menjadi tempat banyak penyakit,” kata dokter Karyanti.

Begitu juga ibu hamil tidak disarankan untuk mendatangi rumah sakit bila tidak perlu.

Halaman 2/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved