Pilpres 2019
Pertarungan Sengit Jokowi dan Prabowo Bakal Terjadi di 13 Wilayah Ini
Pertarungan paling sengit antara Joko Widodo dan Prabowo Subianto dalam memperebutkan suara pemilih bakal terjadi di 13 daerah.
Kemenangan tipis Prabowo terjadi di Riau I. Pada daerah pemilihan yang meliputi Kabupaten Bengkalis, Rokan Hulu, Rokan Hilir, Siak, Kepulauan Meranti, hingga Kota Pekanbaru dan Dumai, Prabowo meraih 50,4 persen terpaut 0,8 persen suara saja dari Jokowi.
Selain keempat daerah di atas, perbedaan sangat tipis juga terjadi di Jawa Timur III (Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo) dan di Maluku.
Pada kedua daerah tersebut, selisih suara yang dimenangi Jokowi tidak lebih dari 1 persen saja.
Pada daerah pemilihan Jambi, Lampung I, Sumatera Utara II, Jawa Tengah VIII, Jawa Timur X, Jawa Timur V, dan Jawa Timur IX persaingan juga tergolong ketat.
Akan tetapi, selisih suara yang diraih kedua sosok terpaut relatif lebih besar, namun masih di bawah 6 persen. (Grafik 3).
Dengan konfigurasi persaingan ketat di 13 daerah pemilihan, menjadi menarik diketahui apakah pola persaingan yang sama akan terjadi pada Pemilu 2019 mendatang? Siapa sosok calon presiden yang berhasil menjadi pemenang di wilayah tersebut?
Jika dicermati pada setiap wilayah, terdapat beragam alasan yang membentuk sedemikian ketatnya pola persaingan.
Dengan mengambil contoh pada wilayah kemenangan terbesar Jokowi-Kalla ataupun Prabowo-Hatta, misalnya, unsur-unsur emosional pemilih seperti tempat kelahiran ataupun asal usul tokoh, turut berperan.
Sisi lain yang menarik dicermati, unsur-unsur kekuatan partai politik di setiap daerah juga turut berperan, kendati tidak berlaku menyeluruh.
Kajian terhadap seluruh hasil Pemilu Legislatif 2014 menunjukkan, kemenangan PDIP di berbagai daerah pemilihan pada banyak kasus juga selaras dengan kemenangan Jokowi dalam Pemilu Presiden 2014.
Pada Pemilu 2019 kali ini, tidak hanya kedua pertimbangan di atas, namun posisi Jokowi sebagai presiden dalam kurun empat tahun terakhir diperkirakan menjadi faktor yang turut berperan.
Begitu pula, penyelenggaraan Pilkada serentak yang mengukuhkan aktor-aktor politik baru dinilai turut membentuk konfigurasi baru di setiap daerah.
Dengan beragam faktor yang diperkirakan mewarnai persaingan Pemilu Presiden 2019 mendatang, tampaknya masih tampak samar menentukan siapa yang mampu menguasai 13 wilayah persaingan terketat.
Masih tampak samar menentukan siapa yang mampu menguasai 13 wilayah persaingan terketat.
Mengambil contoh di wilayah DKI II, misalnya. Dari sisi pemerintahan, Jokowi pernah menjadi gubernur DKI yang dipilih langsung oleh warga DKI, termasuk di Dapil ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/jokowi-vs-prabowo_20180811_073450.jpg)