Sekda Papua Minta Maaf Pada KPK dan Menyebut Pemukulan Itu karena Refleks dan Emosi Sesaat

Penetapan tersangka diberikan saat Hery memenuhi panggilan penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya untuk diperiksa sebagai saksi.

Sekda Papua Minta Maaf Pada KPK dan Menyebut Pemukulan Itu karena Refleks dan Emosi Sesaat
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Sekda Papua, Hery Dosinaem (baju putih) dan kuasa hukumnya, Yance Salambauw 

Sekertaris Daerah (Sekda) Pemerintah Provinsi Papua, Titus Emanuel Adopehan Hery Dosinaen telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penganiayaan penyelidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), oleh Polda Metro Jaya, Senin (18/2/2019).

Penetapan tersangka diberikan saat Hery memenuhi panggilan penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya untuk diperiksa sebagai saksi dalam kasus tersebut, sejak Senin siang.

Namun Hery tidak ditahan karena dianggal koperatif. Ia diperbolehkan pulang setelah menjalani pemeriksaan selama sekitar 11 jam.

Didampingi kuasa hukumnya Yance Salambauw, Hery keluar dari ruang pemeriksaan Gedung Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Senin malam pukul 23.00.

Kepada wartawan yang masih menunggunya Hery menyampaikan permohonan maafnya ke pimpinan KPK atas apa yang dilakukannya ke penyelidik KPK hingga dirinya ditetapkan tersangka.

Ia menyatakan pemukulan terjadi karena emosional sesaat dan bentuk refleks.

"Saya ditetapkan sebagai tersangka dari bukti-bukti dan saksi-saksi yang telah dimintai keterangan oleh Polda Metro Jaya, sebelumnya" kata Hery, Senin malam.

Karenanya kata Hery ia langsung di BAP penyidik dengan status tersangka.

"Kami tadi di BAP dalam status saya sebagai tersangka. Untuk itu secara pribadi maupun kedinasan dan atas nama Pemerintah Provinsi Papua, atas yang terjadi karena emosional sesaat dan refleks hingga mengenai salah satu pegawai KPK di Hotel Borobudur, saya memohon maaf ke pimpinan KPK dan segenap jajaran KPK atas kekhilafan ini," kata Hery.

Apalagi kata dia selama ini pihaknya selaku Sekda Papua kerap bekerjasama dengan KPK dalam pemberantasan korupsi di Papua.

Halaman
1234
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved