Jumat, 24 April 2026

Ledakan di Senayan

Argo Yuwono: Ini Motif Ledakan Petasan di Senayan yang Menyebabkan Relawan Paslon 01 Sakit Telinga

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono menduga, peristiwa ledakan petasan itu dilakukan oleh orang iseng dan usil.

Penulis: Budi Sam Law Malau |
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono 

Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono, para relawan paslon 01 pun sempat dirawat di beberapa rumah sakit di sekitar Jakarta untuk mengatasi gangguan telinga tersebut.

"Dari kejadian tersebut ada beberapa orang yang mengaku relawan Paslon 01 dibawa ke RS Pelni Mintohardjo dan lainnya," ucap Argo Yowono, Senin (18/2/2019).

Terkait korban ledakan petasan  itu, polisi mengecek ke rumah sakit tempat para korban dirawat.

"Yang bersangkutan kaget dan ada dengungan di telinga. Tidak ada luka bakar. Artinya mereka cemas dan mendengung di telinga. Tadi pagi kita konfirmasi ke rumah sakit, semuanya sudah diperbolehkan pulang," katanya.

Argo Yuwono mengatakan, meski ledakan dipastikan dari petasan, pihaknya tetap melakukan penyelidikan sesuai standar operasional prosedur (SOP) dan telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Lokasi Ledakan di Senayan Jauh Dari Lokasi Nobar Debat Capres dan Area Parkir Tidak Ada Korban

Dia menambahkan, penyidik sudah memeriksa sekitar 10 orang saksi terkait peristiwa itu.

Polisi, kata Argo Yuwono, berupaya mengungkap pelaku dan proses terjadinya ledakan.

"Kita dalami pelakunya, termasuk apakah petasan dilempar atau tidak. Sampai saat ini sudah sekitar 10 saksi dari sekitar TKP yang sudah kami periksa," katanya..

Ledakan petasan itu terjadi saat massa sedang menonton bareng debat calon presiden sehingga membuat mereka lari berhamburan.

Selain itu, pihaknya  masih meneliti dan menganalisa rekaman video CCTV di sekitar lokasi yang merekam saat terjadi ledakan.

Rekaman CCTV ledakan petasan itu, kata Argo Yuwono, telah beredar di media sosial sejak Minggu (17/2/2019) malam.

"CCTV akan dicek kembali, yang berada di sekitar TKP. Penyidik sudah mengambil CCTV dari command center GBK semalam, dan sudah kita kirim ke labfor untuk diteliti dan dianalis," ujar Argo Yuwono.

Sumber: WartaKota
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved