Sebentar Lagi Valentine Day, Sudah Tahu Sejarahnya?
Valentine Day selalu dirayakan masyarakat dengan menghabiskan waktu bersama pasangan dan keluarga. Namun ada sejarah tragis dibaliknya. Apakah itu?
Sebentar lagi masyarakat akan merayakan Hari Kasih Sayang atau yang lebih dikenal dengan Valentine Day.
Valentine Day biasanya dirayakan dengan pasangan, keluarga maupun orang-orang terkasih.
Memberikan kado satu sama lain bisa menjadi salah satu perayaan Hari Kasih Sayang yang umumnya dilakukan banyak orang.
Tapi sudah taukah Anda tentang sejarah Hari Kasih Sayang yang selalalu dirayakan tanggal 14 Februari ini?
Walaupun terkesan Hari Kasih Sayang adalah hari yang penuh romantisme dan kasih sayang, ternyata ada sejarah yang tragis dibaliknya.
Mengutip dari Banjarmasin Post, Hari Kasih Sayang berawal dari awal tahun masehi, ketika itu kerajaan Roma baru saja berkuasa.
• Lima Karung Limbah Minyak Diangkut dari Pulau Jukung
• Persija Bakal Melantai di Bursa Saham
• Mahfud MD Keluhkan Penerbangan Garuda Indonesia Tujuan Lombok Delay Berjam-jam
Pada masa itu, bangsa Roma memiliki festival Lupercalia, yang dirayakan setiap 13-15 Februari.
Dilansir dari History.com, Lupercalia sendiri adalah festival pagan kuno untuk meminta kesuburan, yang penuh akan darah dan kekerasan.
Pada saat itu, para pria Roma mengorbankan hewan, seperti kambing dan anjing untuk para dewa.
Setelah mengorbankan hewan-hewan, para pria Roma mencambuk para wanitanya dengan cambuk yang terbuat dari kulit hewan yang dikurbankan tadi.
Seorang sejarawan dari Universitas Colorado, Noel Lenski, mengatakan bahwa para wanita Roma saat itu bahkan mengantri untuk dicambuk.
Para wanita Roma Kuno itu percaya, bahwa cambukan yang didapat saat perayaan Lupercalia dapat memberikan kesuburan bagi mereka.
"Mereka mabuk, dan juga telanjang," ungkap Noel.
Selain itu, festival Lupercalia juga menjadi ajang 'cari jodoh' bagi bangsa Roma Kuno.
Para pria muda, mengambil 'lotere' di dalam stoples yang berisi nama-nama wanita yang mengikuti perayaan.
Para wanita yang terpilih, kemudian akan menjadi pasangan sang lelaki selama perayaan, atau bahkan menjadi pasangan untuk selamanya.
• Tunjukkan Foto, Kuasa Hukum Pemprov Papua Bantah Dua Pegawai KPK Alami Luka Sobek dan Hidung Patah
• Masih Tanda Tanya, Kembalinya Skuter Legendaris Lambretta ke Indonesia
• Ternyata Selama Ini Gede Widiade Bukan Direktur Utama Persija, Ini Penjelasannya
Kisah St. Valentine
Asal-usul perayaan Valentine memang masih menjadi misteri sampai sekarang.
Tak cuma dianggap berhubungan dengan festival kesuburan Lupercalia, hari Valentine diasumsikan terjadi untuk memperingati hari kematian St. Valentine.
Mengutip History.com, kisah St. Valentine bermula saat pemimpin bangsa Roma di abad 3, Claudius II, marah akan seorang pria bernama Valentine.
Valentine, ditahan oleh Kerajaan Roma karena karena telah membantu kabur buronan kerajaan serta menikahkan sebuah pasangan secara diam-diam.
Saat dipenjara, Valentine malah membuat Claudius II semakin murka, setelah meminta sang raja untuk bertobat ke jalan yang baik.
Menolak ketika diminta Claudius II untuk melupakan agamanya, Valentineakhirnya dipenggal oleh sang raja.
Pemenggalan Valentine, disebut-sebut terjadi tepat di tanggal 14 Februari.
Berdasarkan legenda yang menyebutkan St.Valentine mau membantu buronan kerajaan untuk kabur, serta mau menikahkan pasangan walau dilarang, kini hari kematiannya diperingati sebagai Hari Valentine atau hari kasih sayang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/candy-heart.jpg)