Jurnalis Arab Saudi Hilang

Bukti Percakapan dengan Ajudannya, Pangeran MBS Akan Gunakan 'Peluru' untuk Jamal Khashoggi

INTELIJEN Amerika Serikat (AS) dilaporkan menyadap percakapan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS).

Bukti Percakapan dengan Ajudannya, Pangeran MBS Akan Gunakan 'Peluru' untuk Jamal Khashoggi
Charles Platiau/Reuters/theatlantic.com
PANGERAN Mohammed bin Salman (MBS), Putra Mahkota Arab Saudi 

"Nampaknya penguasa de facto Arab Saudi itu sudah siap membunuh Jamal Khashoggi, meski dia tidak benar-benar menembaknya."

INTELIJEN Amerika Serikat (AS) dilaporkan menyadap percakapan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS).

Dalam percakapan tersebut, Pangeran MBS tengah membahas tentang jurnalis Jamal Khashoggi kepada ajudannya, setahun sebelum kolumnis The Washington Post itu dibunuh pada 2 Oktober 2018.

Badan intelijen AS seperti Dinas Keamanan Nasional menyadap percakapan para pemimpin dari seluruh dunia, termasuk sekutunya.

Dilansir New York Times via AFP Jumat (8/2/2019), percakapan itu terjadi pada September 2017 antara MBS dengan si ajudan Turki Aldakhil.

Putra Mahkota berusia 33 tahun itu berkata, jika Khashoggi tidak bersedia kembali ke Saudi secara sukarela, maka dia harus dibawa dengan paksa.

PBB: Jamal Khashoggi Korban Pembunuhan Brutal dan Terencana Pejabat Arab Saudi

Sebelum Pangeran MBS Ditangani Soal Jamal Khashoggi, Hubungan AS-Arab Saudi Jalan di Tempat

Ternyata, Pangeran MBS Masih Minta Nasihat kepada Terduga Otak Pembunuhan Jamal Khashoggi

Jika kedua cara tersebut tidak berhasil, maka MBS bakal mengejar jurnalis berusia 59 tahun itu, dan menggunakan 'peluru' kepadanya.

Percakapan itu terjadi setelah para pejabat Saudi mulai gerah dengan kritikan yang dilontarkan Khashoggi. Terlebih setelah dia menulis bagi Washington Post.

Pembunuhan Jamal Khashoggi, Duta Besar AS untuk PBB: Pangeran MBS Bertanggung Jawab

Pelaku Utama Mutilasi Jamal Khashoggi Bersembunyi di Vila Berkolam Renang di Jedah

"Nampaknya penguasa de facto Saudi itu sudah siap membunuh Khashoggi, meski dia tidak benar-benar menembaknya," ulas The Times mengutip sumber intelijen AS.

Rekaman itu baru ditranskrip menyusul meningkatnya usaha intelijen AS untuk mencari bukti lebih nyata yang menghubungkan MBS dengan pembunuhan Khashoggi.

Sempat menyangkal Khashoggi dibunuh, Riyadh akhirnya mengakui dia tewas di kantor konsulat Istanbul, Turki, karena operasi liar.

Khashoggi dibunuh oleh tim beranggotakan 15 orang di dalam gedung konsulat. Namun Saudi bersikukuh MBS tidak terlibat dalam pembunuhan itu.

Pemerintah Saudi menyatakan telah menahan 11 orang yang diduga pelaku pembunuhan, dengan lima di antaranya dituntut hukuman mati. (Ardi Priyatno Utomo)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kepada Ajudannya, MBS Berkata Ingin Gunakan "Peluru" kepada Khashoggi"

Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved