Jurnalis Arab Saudi Hilang

Sebelum Pangeran MBS 'Ditangani' Soal Jamal Khashoggi, Hubungan AS-Arab Saudi Jalan di Tempat

SENATOR Amerika Serikat (AS) berkata, hubungan negaranya dengan Arab Saudi tidak akan berkembang sejak kasus pembunuhan Jamal Khashoggi.

Sebelum Pangeran MBS 'Ditangani' Soal Jamal Khashoggi, Hubungan AS-Arab Saudi Jalan di Tempat
Mark Wilson/Getty Images via foreignpolicy.com
PRESIDEN AS Donald Trump (kanan) bertemu Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS) di Washington, D.C, 14 Maret. 

SENATOR Amerika Serikat (AS) berkata, hubungan negaranya dengan Arab Saudi tidak akan berkembang sejak kasus pembunuhan Jamal Khashoggi, jurnalis The Washington Post, mencuat.

Senator Lindsey Graham dari Partai Republik tengah berada di Ankara, Turki, dan sebelumnya telah bertemu dengan Presiden Recep Tayyip Erdogan.

Diwartakan AFP dan Al Jazeera Sabtu (19/1/2019), senator yang dikenal dekat dengan Presiden Donald Trump itu mengancam bakal menerbitkan sanksi bagi pelaku pembunuhan Khashoggi.

Bertemu CIA soal Jamal Khashoggi, Senator AS: Pangeran MBS Itu Gila dan Berbahaya

Lindsey Graham, Senator AS dari Partai Republik
Lindsey Graham, Senator AS dari Partai Republik (Michael Reynolds/Reuters/theatlantic.com)

Dia juga mengatakan Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman ( MBS) juga terlibat dalam pembunuhan jurnalis berusia 59 tahun itu.

Pernyataannya merujuk kepada laporan Badan Intelijen Pusat AS (CIA) pada November 2018 bahwa MBS memerintahkan untuk membunuh Khashoggi.

"Saya menyimpulkan hubungan AS dan Saudi tidak akan berkembang sebelum MBS telah ditangani," kata senator dari Carolina Selatan.

Tidak dijelaskan penanganan seperti apa yang dipaparkan oleh Graham bagi putra mahkota berusia 33 tahun tersebut.

"Kami akan membuat pernyataan tegas bahwa MBS tahu tentang kejadian itu, bertanggung jawab melalui sanksi yang dikeluarkan," ancam Graham kembali.

Dekat dengan Kerajaan

Khashoggi yang sebelumnya sempat dekat dengan kerajaan dibunuh pada 2 Oktober 2018 ketika mengunjungi kantor Konsulat Saudi di Istanbul.

Halaman
12
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved