Imlek 2570
Kenapa Imlek Identik dengan Warna Merah, Ini Sejarahnya
Kenapa Imlek identik warna merah tidak hanya ditanyakan orang non-Tionghoa, warga Tionghoa pun ada yang belum mengerti.
PERAYAAN Tahun Baru Imlek sebentar lagi digelar.
Pertanyaan yang sering muncul kenapa Imlek identik warna merah?
Kenapa Imlek identik warna merah tidak hanya ditanyakan oleh orang non-Tionghoa, warga Tionghoa pun ada yang belum mengerti.
Hari Raya Imlek sepertinya menjadi identik dengan warna merah.
Dari mulai hiasan lampion, baju cheongsam hingga amplop pun banyak dijual dan berwarna merah.
Selain saat Hari Raya Imlek, warna merah juga dipercaya masyarakat Tionghoa sebagai warna keberuntungan.
Lalu kenapa harus warna merah yang menjadi acuan keberuntungan terutama saat perayaan Imlek?
Dilansir dari Kompas.com, ada sejarah yang menceritakan kenapa warna merah itu menjadi keberuntungan masyarakat Tiongkok kala itu.
Sejarah menyebutkan bahwa semua hal itu berasal dari cerita soal Nian, binatang buas yang meneror penduduk desa di Tahun Baru.
Binatang buas Nian itu memakan tanaman, ternak, bahkan anak kecil.
Tetapi penduduk desa mengetahui bahwa banteng dengan kepala singa ini takut akan tiga hal; api, suara bising, dan warna merah.
Nian dikalahkan, dan sejak itu warna merah dianggap memberikan keberuntungan bagi diri sendiri dan semua orang.
Beruntungnya, masyarakat Tionghoa saat ini tidak perlu capek-capek melawan Nian.
Yang perlu Anda lakukan sekarang adalah menggunakan warna merah pada perayaan Imlek.
“Biasanya lentera merah digantung di depan pintu pada hari raya Imlek untuk menangkal nasib buruk,” ujar Karen Katz, penulis buku bergambar My First Chinese New Year yang terbit pada 2012.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/imlek29.jpg)