Breaking News:

Jusuf Kalla: Integrasi Transportasi Jabodetabek Demi Perbaikan Taraf Hidup

Integrasi sistem transportasi antarmoda di Jabodetabek bertujuan untuk memperbaiki taraf hidup masyarakat, khususnya kalangan menengah ke bawah.

Editor:
TRIBUNNEWS/RINA AYU
Wakil Presiden Jusuf Kalla. 

WARTA KOTA, PALMERAH--- Wakil Presiden Jusuf Kalla, mengatakan, integrasi sistem transportasi antarmoda di Jabodetabek bertujuan untuk memperbaiki taraf hidup masyarakat, khususnya kalangan menengah ke bawah.

Adanya integrasi sistem transportasi antarmoda di Jabodetabek juga mempermudah mengakses tempat kerja.

"Prinsipnya, yang kurang mampu tinggal di daerah dekat tempat kerjanya, kalau yang mampu -yang punya mobil- biar tinggal agak jauh tidak apa-apa. Tapi kalau yang tidak mampu ini gajinya cuma Rp 3 juta tapi habis transportasi Rp 500.000-Rp 600.000 per bulan, dia tidak bisa keluar dari kemiskinan," kata Jusuf Kalla usai memimpin rapat koordinasi tentang rencana integrasi sistem transportasi antarmode se-Jabodetabek, Senin (28/1/2019).

Selain untuk mengintegrasikan sistem transportasi antarmoda se-Jabodetabek, Jusuf Kalla meminta jajarannya untuk menata ulang kembali perencanaan wilayah DKI Jakarta dan kota-kota penyangga.

Rencana tata pemukiman di Jabodetabek perlu diatur ulang mengingat adanya peningkatan penduduk setiap tahun, yang berakibat pada konsentrasi perekonomian di kota-kota tertentu saja.

"Bahwa bukan hanya bukan hanya transportasinya harus diselesaikan, (tapi juga) rencana (tata) kota seperti pemukiman, dimana daerah yang harus dikembangkan; dan juga hubungannya dengan kota-kota lain supaya terkonsentrasi masing-masing," kata Jusuf Kalla seperti dilansir Antaranews.com.

Konsep integrasi sistem transportasi Jabodetabek nantinya akan menyatukan moda angkutan yang telah ada dan sedang dalam tahap pembangunan, antara lain commuter line, mass rapid transit, light rail transit, dan Transjakarta.

Dengan sistem transportasi terintegrasi itu, diharapkan masyarakat pengguna angkutan umum di Jabodetabek akan lebih banyak dibandingkan pengguna kendaraan pribadi.

Kecenderungan masyarakat menggunakan kendaraan pribadi, kata Jusuf Kalla, antara lain disebabkan oleh pembangunan infrastruktur.

Pembangunan tersebut harus diikuti dengan perubahan gaya hidup masyarakat untuk menggunakan angkutan umum.

"Sekarang musti balik kembali, lebih banyak yang memakai angkutan umum, tapi harus dalam kualitas yang lebih baik," kata Jusuf Kalla.

Angkutan Online Mengisi Kekosongan Transportasi Umum

Besok, Angkot dan Transportasi Online di Stasiun Bekasi Dialihkan ke Jalan Pusdiklat

Menhub Budi Karya Sumadi Upayakan Agar Tarif Angkutan Transportasi Tidak Mengalami Peningkatan

Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved