Kamis, 30 April 2026

Kesehatan

Mengonsumsi Makanan Digoreng Meningkatkan Risiko Kematian Lebih Cepat 8 Persen

Analisis tim peneliti menegaskan bahwa ada korelasi antara makan makanan yang digoreng secara teratur dan peningkatan risiko kematian.

Tayang:
Kompas.com/Thinkstockphotos
Ilustrasi makanan gorengan. 

Asosiasi itu juga menyimpulkan, kematian mereka terkait karena masalah jantung.

Responden yang melaporkan, makan setidaknya satu porsi makanan goreng per hari memiliki risiko kematian 8 persen lebih tinggi daripada yang tidak makan gorengan.

Kemudian, para peneliti melihat efek makanan gorengan tertentu.

Mereka menemukan bahwa makan setidaknya satu porsi ayam goreng per hari menyebabkan 13 persen peningkatan risiko kematian dari semua penyebab.

Selain itu, 12 persen risiko kematian lebih tinggi terkait masalah jantung dibandingkan tidak mengonsumsi makanan gorengan.

Makan setidaknya satu porsi ikan goreng atau kerang sehari menyebabkan peningkatan 7 persen risiko kematian.

Bahkan, risiko 13 persen lebih tinggi kematian akibat masalah jantung.

Inilah Bahaya Buka Makan Gorengan dan Minum Teh

Namun, tim peneliti tidak mengidentifikasi hubungan antara makan gorengan dan risiko kematian terkait kanker.

Para peneliti juga mencatat perempuan yang mengonsumsi makanan goreng secara teratur berada dalam kisaran usia yang lebih muda (50-65 tahun).

Mereka cenderung tidak berkulit putih dan tingkat pendidikan rendah, pendapatan rendah, dan pola makan berkualitas lebih buruk. Banyak dari mereka juga perokok.

"Mengurangi konsumsi makanan yang digoreng, terutama ayam goreng dan ikan goreng/kerang, berdampak secara klinis di seluruh spektrum kesehatan masyarakat."

Namun, hasil penelitian itu bersifat studi observasional yang fokus pada perempuan Amerika Serikat sehingga tidak berlaku untuk masyarakat di wilayah lainnya.

Para peneliti mengakui, meskipun mereka menyumbang banyak faktor pengubah potensial dalam studi mereka, tetap kemungkinan ada "perancu tak dikenal" yang tidak disertakan dalam analisis.

Peneliti mencatat, telah mengidentifikasi faktor risiko kematian kardiovaskular yang mudah dimodifikasi oleh gaya hidup seperti mengonsumsi makannan yang digoreng. (Medical News Today)

Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved