Rabu, 6 Mei 2026

Penipuan

Waspada Penipuan Berkedok Sumbangan Tempat Ibadah atau Bencana

Penipuan berkedok sumbangan pembangunan rumah ibadah masih mudah ditemui di Jakarta.

Tayang:
Penulis: Feryanto Hadi |
Warta Kota
Ilustrasi Penipuan 

WARTA KOTA, PALMERAH --- Penipuan berkedok sumbangan pembangunan rumah ibadah masih mudah ditemui di Jakarta.

Mereka biasanya bekerja perorangan atau berkelompok dan mengetuk setiap rumah warga meminta sumbangan bermodal amplop, daftar penyumbang, dan surat jalan dari panitia pembangunan masjid 'abal-abal'.

Belum lama ini, dua remaja mendatangi setiap rumah di kawasan Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan.

Mereka menyatakan meminta sumbangan untuk pembangunan masjid di desa di Sukabumi, Jawa Barat.

Ketika ditanya, awalnya mereka mengaku berasal dari desa terasebut dan ditugaskan mencari dana ke Jakarta.

VIDEO: Penipuan Modus Tawarkan Kerja Jadi Asisten Dokter

Sempat dicecar sejumlah pertanyaan oleh warga, kedua remaja itu meminta agar menghubungi nomor yang disebutnya sebagai ketua masjid setempat.

Dalam sambungan telepon, orang yang mengaku sebagai panitia pembangunan masjid itu memastikan bahwa kedua remaja adalah warga desa setempat.

Dua remaja itu sedang mengemban misi menghimpun dana di Jakarta lewat meminta sumbangan.

Namun, kedua remaja tersebut bingung saat seorang warga Sukabumi asli yang kebetulan mengontrak di Jakarta menguji mereka untuk menjelaskan letak desa seperti yang tertulis di kop surat.

Ketika dimintai kartu identitas, keduanya ternyata beralamat di Cengkareng, Jakarta Barat.

Setelah terdesak, keduanya pun akhirnya mengaku hanya disuruh seseorang asal Ciledug, Tangerang dengan pembagian imbalan tertentu.

Mereka mengaku, dalam sehari bisa mengumpulkan uang Rp300.000-Rp 500.000 dari hasil meminta sumbangan berkeliling kampung termasuk perkantoran.

Posko Pengaduan Dibuka untuk Korban Penipuan Pengembang Bodong di Tangerang Selatan

Uang itu, nantinya diserahkan kepada seseorang yang menyuruh mereka dan mengaku akan bertanggungjawab jika terjadi apa-apa terhadap mereka.

Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan, Ahmad Dumyani mengakui bahwa  modus meminta bantuan untuk hal-hal fiktif ini masih dianggap sebagai cara  penipu untuk mendapatkan uang.

Apalagi, menyelipkan objek tempat ibadah dan mengajak beramal, banyak masyarakat tidak banyak yang mempertanyakan dan akhirnya memberikan sejumlah uang niat beramal.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved