Penipuan

Waspada Penipuan Berkedok Sumbangan Tempat Ibadah atau Bencana

Penipuan berkedok sumbangan pembangunan rumah ibadah masih mudah ditemui di Jakarta.

Waspada Penipuan Berkedok Sumbangan Tempat Ibadah atau Bencana
Warta Kota
Ilustrasi Penipuan 

Setelah terdesak, keduanya pun akhirnya mengaku hanya disuruh seseorang asal Ciledug, Tangerang dengan pembagian imbalan tertentu.

Mereka mengaku, dalam sehari bisa mengumpulkan uang Rp300.000-Rp 500.000 dari hasil meminta sumbangan berkeliling kampung termasuk perkantoran.

Posko Pengaduan Dibuka untuk Korban Penipuan Pengembang Bodong di Tangerang Selatan

Uang itu, nantinya diserahkan kepada seseorang yang menyuruh mereka dan mengaku akan bertanggungjawab jika terjadi apa-apa terhadap mereka.

Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan, Ahmad Dumyani mengakui bahwa  modus meminta bantuan untuk hal-hal fiktif ini masih dianggap sebagai cara  penipu untuk mendapatkan uang.

Apalagi, menyelipkan objek tempat ibadah dan mengajak beramal, banyak masyarakat tidak banyak yang mempertanyakan dan akhirnya memberikan sejumlah uang niat beramal.

"Ini modus sudah lama dan terus dilakukan karena masyarakat kita kan kalau soal beramal biasanya nggak pikir-pikir,"ucap Ahmad Dumyani kepada Warta Kota, Rabu (23/1/2019).

"Niat mereka untuk beramal terlepas pembangunan tempat ibadah itu benar ada atau tidak," ujarnya lagi.

Otak Penipuan Kredit Pemilikan Rumah Bersubsidi Diringkus di Kota Manado

Ahmad Dumyani meminta masyarakat lebih kritis jika menemukan para peminta sumbangan ini berkeliaran di kampung-kampung mereka.

"Tanyakan ke mereka apakah mengantongi surat izin dari RT/RW setempat atau tidak. Apalagi mereka kan suka masuk begitu saja ke area rumah. Kalau tidak ada izin dan mencurigakan, sebaiknya panggil ketua RT setempat," ucapnya.

Dia menambahkan, beberapa kasus serupa sering dilaporkan oleh masyarakat yang jengkel setelah berhasil membuka kedok penipuan bermodus sumbangan itu.

Halaman
123
Penulis: Feryanto Hadi
Editor: Intan Ungaling Dian
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved