Kelompok Begal Jabrik Bantargebang Lakukan Aksinya Subuh Dini Hari
"Begal ini cukup sadis, dari data kami sudah lakukan empat kali. Satu kali pernah sampai bacok pahanya hingga nancap goloknya," kata Kompol Siswo.
Penulis: Muhammad Azzam |
UNIT Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Bantargebang menangkap empat pelaku begal yang tergabung dalam kelompok Jabrik pada Senin (14/1/2019) malam.
Keempat pelaku itu RI (19), MS (18), T (18) dan MD (18).
Kapolsek Bantar Gebang Kompol Siswo mengatakan, kelompok begal 'Jabrik' itu selalu melakukan aksi kejahatannya pada subuh dini hari.
"Kelompok begal ini sering lakukan aksinya pada dini hari, sekitar pukul 02.00 dini hingga menjelang subuh," katanya di Mapolsek Bantargebang, Selasa (15/1/2019).
Keempat pelaku itu ditangkap di warung jamu saat menenggak minuman keras (miras) di Jalan Raya Bantargebang, Setu, Kota Bekasi.
Siswo mengungkapkan aksi komplotan begal terbilang sadis, mereka tidak segan melukai korbannya saat menjalankan aksi.
"Begal ini cukup sadis, dari data kami sudah lakukan empat kali. Satu kali pernah sampai bacok pahanya hingga nancap goloknya," kata Kompol Siswo.
Siswo menjelaskan, penangkapan para pelaku berawal dari laporan Antonius (21) yang menjadi korban begal di Kampung Babakan Gang Air Mancur Kelurahan Mustikasari, Kecamatan Mustikajaya, pada Jumat (11/1/2019) pukul 02.00 dini hari.
Korban yang dibegal sepeda motornya itu menceritakan kronologis dan ciri-ciri pelaku yang merampas motornya.
"Setelah hasil penyelidikan berdasarkan ciri-ciri yang jelaskan korban, kita lakukan pengejaran dan didapatkan para pelaku ini sedang nongkrong di warung jamu itu, langsung kita tangkap," kata Kompol Siswo.
Dalam penangkapan itu sempat terjadi kejar-kejaran hingga perlawanan dari pelaku T (18) dan MS (18) sehingga kaki keduanya diberikan timah panas.
"Saat penangkapan dua pelaku melawan petugas dengan mengancam menggunakan golok. Kita ambil tindak tegas dengan menembak kakinya," ucap Kompol Siswo.
Kompol Siswo mengatakan, pihaknya masih mendalami jaringan atau kelompok yang masih berhubungan dengan para pelaku.
Termasuk penadah yang menampung motor hasil kejahatannya.
"Dari data kita pelaku sudah lakukan aksinya sebanyak empat kali. Para pelaku ini nganggur, hasilnya buang senang-senang. Tapi masih lakukan pendalaman terkait jumlah aksi kejahatan mereka diwilayah lain maupun pelaku lainnya. Untuk sementara motor hasil begalnya dijual melalui online," kata Kompol Siswo.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/jab1.jpg)