Senin, 20 April 2026

Polisi Pastikan Jaminan Keamanan Dua Rumah Pimpinan KPK yang Diteror Bom Pipa dan Molotov

Dari olah TKP yang dilakukan Inafis dan Puslabfor kata Argo, penyidik mendapatkan barang bukti berupa dua botol molotov.

Penulis: Budi Sam Law Malau |
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri. 

Polisi memastikan jaminan keamanan dan kondusifitas rumah dua pimpinan KPK yakni Agus Rahardjo di Bekasi dan Laode M Syarif di Kalibata, Jakarta Selatan, pasca teror benda mirip bom pipa dan molotov di dua rumah itu.

Karenanya kata dia polisi tidak sampai mengevakuasi penghuni rumah untuk keamananya.

"Situasinya sekarang aman dan kondusif," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Kamis (10/1/2019).

Dari dua peristiwa itu, kata Dedi, secara awam dinilai bahwa motif pelaku hanya untuk menakut-nakuti saja.

Meski begitu, polisi akan mendalami kasus ini untuk mengungkap pelakunya.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan mengatakan untuk meningkatkan keamanan lingkungan di rumah pimpinan KPK Agus Rahardjo di Bekasi dan Laode M Syarif di Kalibata, Jakarta Selatan, pascateror temuan benda mirip bom dan molotov di sana, polisi menempatkan enam personel di masing-masing rumah untuk melakukan penjagaan selama 24 jam.

Para personel yang diturunkan di sana ada yang berpakaian dinas dan ada pula yang berpakaian preman.

"Ada enam personel yang berjaga masing-masingnya, bergantian 24 jam. Personel berpakaian dinas tapi juga ada berpakaian preman yang memantau. Untuk ini diback-up juga dengan patroli dari Polsek dan Polres,” kata Argo.

Hal itu, kata Argo, dilakukan untuk memberikan jaminan keamanan kepada para pimpinan KPK beserta keluarga dan kerabat serta masyarakat sekitar.

"Jadi, ini lebih ke jaminan keamanan sehingga kita lakukan pengamanan lebih jauh," katanya.

Argo menuturkan bahwa tim gabungan Mabes Polri dan Polda Metro Jaya masih terus menyelidiki dan mendalami siapa pelaku teror pelemparan dua botol molotov, di rumah Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif, di Kalibata Pancoran, Jakarta Selatan, serta teror benda mirip bom pipa di rumah Ketua KPK Agus Rahardjo di Bekasi.

Untuk penyelidikan di kediaman Laode di Kalibata, kata Argo, penyidik sudah memeriksa dan memintai keterangan 11 saksi.

"Ada 11 orang saksi sudah kita periksa, untuk yang di Kalibata.

Saksinya mulai dari korban, keluarga, maupun orang yang ada di sekitar atau yang tinggal di sana.

Ada saksi pedagang yang jualan di depan rumah korban, ada juga tetangga," kata Argo di Mapolda Metro, Kamis (10/1/2019).

Sumber: WartaKota
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved