Pengadilan Vonis Mati 9 Narapidana Kasus Narkoba di Tahun 2018

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Heru Winarko menyatakan pengadilan memvonis mati sembilan narapidana kasus narkoba di tahun 2018.

Pengadilan Vonis Mati 9 Narapidana Kasus Narkoba di Tahun 2018
Warta Kota/Rangga Baskoro
Badan Narkotika Nasional (BNN) melakukan pemaparan hasil kerja BNN selama tahun 2018 di Kantor BNN, Jakarta Timur, Kamis (20/12/2018). Dalam penjelasan itu, BNN menyatakan sudah sembilan orang narapidana narkoba divonis hukuman mati. Akan tetapi, satu dari sembilan narapidana itu mengajukan banding agar hukumannya diubah menjadi hukuman seumur hidup. 

WARTA KOTA, KRAMATJATI--- Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Heru Winarko menyatakan pengadilan memvonis mati sembilan narapidana kasus narkoba di tahun 2018.

"Hukuman mati ada sembilan orang yang ditangani oleh Polri dan BNN tahun ini," kata Heru saat pemaparan hasil kerja BNN selama tahun 2018 di Kantor BNN, Jakarta Timur, Kamis (20/12/2018).

Satu di antara sembilan orang narapidana yang divonis mati tersebut masih mengajukan banding atas vonis mati yang diberikan oleh pengadilan

"Satu orang yang dijatuhi hukuman mati masih banding, kuasa hukumnya minta dihukum seumur hidup," kata Heru.

Program pemberantasan peredaran narkoba di Indonesia juga dilakukan BNN dengan cara sosialisasi yang dilakukan kepada masyarakat di perkotaan maupun pedesaan. Terutama daerah yang selama ini masih sering ditemukan ladang ganja.

"BNN telah mengidentifikasi 654 lokasi kawasan rawan narkoba dan melakukan intervensi melalui program pemberdayaan anti narkoba di 55 lokasi yaitu di 36 kawasan perkotaan dan 19 kawasan pedesaan. Pada tahun ini juga BNN bersama dengan instansi terkalt melanjutkan program Grand Design of Alternative," kata Heru.

"Development di tiga titik pilot project yaitu Aceh Besar, Bireuen, dan Gayo Lues. Melalui program ini masyarakat diharapakan tidak lagi menanam ganja tapi menggantinya dengan tanaman legal dan bernilai ekonomi tinggi," kata Heru.

Sementara jumlah penyalahguna yang sudah direhabilitasi oleh lembaga rehabilitasi milik pemerintah dan komponen masyarakat sebanyak 15.263 orang.

BNN juga telah memberikan layanan setelah rehabilitasi kepada 4.231 mantan penyalahguna narkoba.

Kerja sama juga dilakukan guna mengetahui peredaran narkoba jaringan internasional.

"Kami telah menggalang kerja sama dengan sejumlah negara seperti, Malaysia, Thailand, Filipina, Australia, India, Fiji, Maroko, dan Nigeria. Hal ini sebagai bukti BNN tidak lagi defensif, tapi ofensif menangkal narkoba dari luar negeri. Bahkan BNN mendorong agar para dubes di beberapa negara lebih proaktif dalam mencegah masuknya narkoba ke Indonesia," kata Heru.

BNN Tangkap 20 Anggota Polri yang Terlibat Sindikat Narkoba

Mantan Kepala BNN Yakin Rehabilitasi Pengguna Narkoba Bisa Bikin Bandar Gulung Tikar

BNN Kritik Belanda dan Jerman, Katanya Sahabat tapi Tak Mau Kerja Sama Berantas Peredaran Narkoba

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved