Sejoli Tewas Terbakar di Dalam Kamar Mandi dengan Posisi Bertumpuk, Begini Kondisinya
Dua sejoli yang menjadi penghuni kos, Bambang dan Yana, mengalami luka bakar di sekujur tubuh dan mengakibatkan keduanya meninggal
Ia juga menilai Yana adalah orang baik. Dia biasa masak dan makan bersama.
Kadang, Sunarsih yang dipanggil Mbah itu menggunakan peralatan masak korban untuk memasak.
"Orangnya baik, pernah saya sakit, dia antar saya berobat ke mana-mana naik sepeda motor. Orang saya gak bisa jalan tiga bulan waktu itu, baik dia," kenang Sunarsih.
"Dua hari yang lalu masih makan bareng, terus berantem sama suaminya, sempat dia tidur di hotel. Kemarin sore itu yang saya dengar ada cekcok. Tapi setelah itu gak ada suara lagi," bebernya.
Sunarsih dan empat penghuni kos lainnya pun mengakui dijadikan saksi di kepolisian terkait peristiwa kebakaran tersebut.
Korban Sempat Beli Bensin Botolan
Kapolsek Denpasar Barat, AKP Johannes Widya Dharma Nainggolan, saat dikonfirmasi perihal kejadian kebakaran di Jalan Bung Tomo 5X mengatakan pihaknya menemukan ada botol kaca bekas bensin di dalam kamar kos tersebut.
"Iya benar, ada botol kaca bekas bensin itu ditemukan di dalam kamarnya. Diketahui dia beli bensin jam 23 dan jam 23.15 itu kamarnya sudah terbakar," kata Johannes, Selasa (18/12) malam.
Namun polisi belum bisa memastikan betul apakah itu merupakan tindakan bunuh diri atau ketidaksengajaan sehingga menyebabkan kebakaran.
"Kita belum bisa pastikan. Itukan nanti labfor yang mengungkapkan. Dari mana apinya, di mana posisi korbannya, siapa yang didekat api, nanti kalau sudah ada hasil labfor baru bisa kita simpulkan," ungkapnya.
"Kita juga belum bisa duga, bisa ada dua kejadian, apa awalnya cuma berantem terus lalai sehingga kebakaran atau memang karena faktor sengaja itu," tambahnya.
Polisi telah memeriksa empat saksi yang berada di sekitar kosnya.
“Diketahui identitas keduanya yakni Yana (35) dan Bambang yang belum diketahui secara pasti umurnya,” kata Kapolsek.
"Lelaki asal Banyuwangi dan perempuan dari Bandung. Kedua pasangan ini pasangan kumpul kebo istilahnya, statusnya bukan suami-istri. Jadi yang perempuan ada suaminya di Bandung, anaknya satu yang dirawat bapaknya," imbuhnya.
Sehari-hari, Bambang bekerja sebagai tukang atau buruh sementara perempuan tidak memiliki pekerjaan. (*)
Penulis: Busrah Ardans